News

Jembatan Darurat Kutablang Ditargetkan Fungsional Akhir Desember

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menargetkan penyelesaian fungsional Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen pada 25 atau 26 Desember 2025.

Jembatan darurat ini menjadi penghubung utama lintasan Medan-Banda Aceh yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang akhir November lalu.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA mengatakan progres pembangunan jembatan telah memasuki tahap akhir.

“Hasil koordinasi kami dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Aceh, saat ini penyelesaian Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kuta Blang, Kabupaten Bireuen memasuki tahap akhir dan terus dikebut,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya, Minggu (21/12).

Menurut dia, jembatan tersebut ditargetkan sudah dapat difungsikan dengan kapasitas beban kendaraan hingga 20 ton.

“InsyaAllah jembatan tersebut akan selesai fungsional sekitar 25-26 Desember ini dengan tonase beban kenderaan mencapai 20 ton. Jika target penyelesaian jembatan ini tercapai nantinya rekayasa lalu-lintas akan semakin lancar dibawah pengaturan petugas,” katanya.

Muhammad MTA menjelaskan, putusnya jembatan utama Medan-Banda Aceh akibat banjir bandang berdampak besar terhadap arus logistik dan mobilitas masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan jembatan Bailey menjadi prioritas dalam pemulihan infrastruktur pascabencana.

Ia menambahkan, berbagai langkah pemulihan terus dilakukan Pemerintah Aceh di bawah supervisi pemerintah pusat.

“Teruslah bersatu demi Aceh lebih baik, bangkit dari bencana ini. Terima kasih,” ujarnya.

Jembatan Awe Geutah Buka Tutup

Selain Krueng Tingkeum, pemerintah juga telah merampungkan pembangunan Jembatan Bailey atau jembatan darurat yang menghubungkan Desa Awe Geutah Paya, Kec. Peusangan Siblah Krueng, dengan Desa Teupin Reudeup, Kec. Peusangan Selatan. Jembatan tersebut rampung pada Kamis (18/12).

Jembatan darurat sepanjang 39 meter itu disiapkan sebagai jalur alternatif sementara pada lintas nasional Banda Aceh-Medan. Namun, operasional lalu lintas di jembatan Awe Geutah masih diberlakukan sistem buka tutup oleh petugas.

Muhammad MTA mengatakan, pengaturan lalu lintas tersebut merupakan upaya untuk memperlancar arus transportasi masyarakat.

“Untuk sementara kita berharap masyarakat pengendara kenderaan bermotor, baik roda dua maupun roda empat dan enam harus benar-benar mematuhi petugas di lapangan demi ketertiban bersama. Walau terjadi antrean kita harapkan arus transportasi umum melalui jembatan alternatif Awe Geutah ini terus berjalan dengan tertip dan aman,” kata MTA.

Ia juga mengingatkan pengendara agar berhati-hati melintasi jalur alternatif tersebut karena di sepanjang jalan masih terdapat material sisa banjir.

“Sepanjang jalan alternatif kabupaten via jembatan Awe Geutah ini kiri-kanannya masih banyak material akiban banjir, seperti limpur dan material lainnya. Untuk itu kami berharap kepada pengedaraan untuk hati-hati demi keselamatan,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button