News

Direktur SDM Pertamina Ajak Generasi Muda Berinovasi, Ini Pesannya untuk Lulusan UPER

Jakarta – Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, mengajak generasi muda terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan karya yang memberikan nilai tambah bagi industri maupun masyarakat.

Menurut Andy, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri, termasuk di lingkungan Pertamina Group. Namun, perubahan tersebut harus dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan dan menciptakan inovasi.

“Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut mengubah kebutuhan tenaga kerja di industri termasuk di Pertamina Grup. Namun, perubahan tersebut tidak perlu dipandang semata sebagai tantangan. Bagi generasi muda, perkembangan teknologi justru dapat menjadi peluang untuk memperluas kemampuan, membuka ruang inovasi, dan menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah,” kata Andy saat membuka Wisuda ke-15 Universitas Pertamina di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (27/10).

Wisuda yang mengusung tema “Lulusan UPER: Profesional Muda Siap Guna” tersebut menjadi momentum bagi Universitas Pertamina untuk menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri.

Andy mengatakan, kesiapan menjadi seorang profesional tidak cukup hanya dengan menguasai teori dan ilmu akademik. Lulusan juga harus mampu menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi industri dan masyarakat.

Di tengah perubahan kebutuhan industri, penguasaan kompetensi dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi generasi muda. Dalam hal ini, Universitas Pertamina yang didukung PT Pertamina (Persero) berperan menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

“Universitas Pertamina merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu lulusan yang merasakan manfaat pembelajaran tersebut adalah M. Zaki Ramdhan. Lulusan Program Studi S1 Teknik Mesin ini menjadi wisudawan terbaik pada Wisuda ke-15 Universitas Pertamina dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,88.

Selama menjalani perkuliahan, Zaki tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan riset, proyek inovasi, dan program magang untuk mengembangkan keterampilan teknis, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah.

Salah satu inovasi yang dikembangkannya adalah HERO Helmets, sebuah prototipe helm keselamatan untuk industri pertambangan yang memanfaatkan serat eceng gondok sebagai bahan penguat material biokomposit.

Pengembangan inovasi tersebut dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) dengan dukungan pendanaan Kemdikbudristek. Zaki memimpin tim mulai dari penyusunan proposal, proses fabrikasi, hingga pengujian prototipe.

“Kesempatan belajar di UPER membantu saya mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menerapkannya melalui riset dan pengalaman industri. Saat mengembangkan HERO Helmets, saya belajar memimpin tim, menguji gagasan, dan memperbaiki hasil yang belum sesuai harapan. Pengalaman magang juga membantu saya memahami bagaimana ilmu di kelas digunakan dalam praktik. Semua pengalaman itu menjadi bekal bagi saya untuk memasuki dunia kerja,” ujar Zaki.

Pengalaman Zaki di dunia industri juga diperoleh melalui program magang di PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

Selama magang, ia terlibat dalam analisis potensi kegagalan Blowout Preventer (BOP), peninjauan riwayat pemeliharaan, serta pengujian tanpa merusak material atau non-destructive testing (NDT).

Kegiatan tersebut memberinya kesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami pentingnya keandalan peralatan dan aspek keselamatan dalam operasional industri.

Tak hanya itu, Zaki juga mengangkat pemanfaatan machine learning dalam tugas akhirnya. Hal ini menunjukkan upayanya mengintegrasikan teknologi dengan bidang keilmuan yang dipelajari.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ichsan Setya Putra, mengatakan pengalaman riset, proyek inovasi, dan pemagangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktis membantu mereka memahami persoalan industri sekaligus mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan solusi.

“Lebih dari 300 alumni UPER telah bekerja di Pertamina Group dan lebih dari 555 alumni berkarier di perusahaan multinasional. Capaian ini menjadi salah satu indikator relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Kami terus memperkuat pembelajaran melalui riset, proyek inovasi, dan pemagangan agar mahasiswa memiliki kesempatan menerapkan ilmu serta memahami persoalan di lapangan. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu mengembangkan solusi dan memberikan kontribusi di dunia profesional,” ujar Ichsan.

Melalui penguatan pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan pengalaman industri, Universitas Pertamina berharap para lulusannya tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan terobosan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta perkembangan industri. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button