BisnisNews

Perkuat Pasokan LPG 3 Kg di Karimun, Pertamina Ganti 12 Ribu Tabung Rusak

Karimun – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat distribusi LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Sepanjang 2026, sebanyak 25 ribu tabung LPG 3 kg layak edar telah disalurkan untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bagi masyarakat.

Penguatan distribusi tersebut dilakukan melalui perputaran dan penggantian tabung, peningkatan pemeliharaan fasilitas, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam tiga bulan terakhir, pengiriman tabung LPG 3 kg layak edar ke Karimun mencapai rata-rata 3.000 tabung per bulan. Proses tersebut didukung Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) yang berada di Batam dan Tanjungpinang.

Selain itu, Pertamina telah mengganti sebanyak 12 ribu tabung yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki. Tabung-tabung tersebut diganti dengan tabung baru yang didatangkan dari gudang di Batam.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan distribusi LPG 3 kg, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri.

“Kami terus mengoptimalkan ketersediaan tabung LPG 3 Kg yang layak edar melalui peningkatan pemeliharaan, penggantian tabung, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Upaya ini menjadi prioritas kami agar distribusi LPG kepada masyarakat Karimun dapat berjalan semakin optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujar Silvani, Kamis (29/10).

Dia menjelaskan, kondisi geografis Karimun yang terdiri dari sejumlah wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi LPG. Pengangkutan yang melibatkan transportasi darat dan laut membutuhkan pengelolaan khusus agar pasokan tetap terjaga.

Selain itu, kondisi lingkungan pesisir juga berpotensi mempercepat korosi pada tabung LPG. Karena itu, pemeliharaan dan pemeriksaan tabung perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pertamina pun terus mengevaluasi pola distribusi, penanganan tabung, hingga kesiapan sarana pendukung di seluruh rantai penyaluran.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten Karimun dan instansi terkait menggelar rapat koordinasi pada Selasa (27/10). Pertemuan itu membahas peningkatan pengiriman tabung layak edar, optimalisasi penanganan tabung mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), proses pengangkutan hingga pangkalan, serta penguatan pengawasan penyaluran LPG agar sesuai ketentuan.

Pertamina juga mendukung percepatan pengembangan Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Kabupaten Karimun. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mempercepat pemeriksaan dan perbaikan tabung, meningkatkan efisiensi perputaran tabung, serta mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pemeliharaan di luar Karimun.

Di sisi lain, koordinasi dengan sejumlah instansi juga terus diperkuat untuk mengantisipasi hambatan distribusi. Pihak-pihak yang dilibatkan antara lain Pemerintah Kabupaten Karimun, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, mitra penyalur, serta transportir.

Koordinasi tersebut mencakup kesiapan armada, pengaturan jadwal pengangkutan dan bongkar muat, hingga antisipasi kendala transportasi laut yang berpotensi mengganggu pasokan LPG ke wilayah kepulauan.

Berdasarkan hasil pemantauan, penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Karimun secara umum masih berlangsung. Meski demikian, Pertamina mengakui masih memberikan perhatian terhadap kendala distribusi dan perputaran tabung di sejumlah wilayah.

Penanganan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Pemantauan juga akan diperkuat menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, termasuk memastikan kesiapan operasional SPBE dan seluruh lembaga penyalur.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh mitra penyalur. Kami ingin memastikan kebutuhan LPG 3 Kg masyarakat Karimun dapat terus terlayani dengan baik, aman, dan sesuai peruntukannya,” tutup Silvani. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button