
Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) melepas 2.124 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi Tahun 2026. Para mahasiswa akan menjalankan pengabdian masyarakat di empat kabupaten di Aceh.
Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Pusat Administrasi (KPA) Biro Rektorat USK, Banda Aceh, Senin (6/7).
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani mengatakan KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Menurutnya, melalui KKN mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.
“KKN adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Di kampus mahasiswa belajar teori, sedangkan di tengah masyarakat mereka belajar memahami realitas, tantangan, sekaligus mengasah kepedulian dan kemampuan berkolaborasi,” kata Mirza.
Dalam arahannya, Mirza menyampaikan tiga pesan kepada seluruh peserta KKN. Pertama, mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap sebagai insan akademik yang berilmu, berakhlak, dan berdedikasi.
“USK merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Aceh. Karena itu, jagalah nama baik almamater. Setiap aktivitas di luar kampus membawa tanggung jawab yang besar. Tunjukkan perilaku yang baik dan integritas selama berada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pesan kedua, mahasiswa diminta bekerja dengan hati dan mengedepankan kolaborasi bersama masyarakat. Mereka diharapkan mampu mendengarkan kebutuhan warga, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan program-program yang relevan dan berkelanjutan.
Sementara itu, pesan ketiga adalah menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan KKN. Mahasiswa juga diminta mematuhi arahan dosen pembimbing lapangan (DPL), menghormati adat istiadat, serta menaati norma yang berlaku di lokasi pengabdian.
“Saya berharap seluruh peserta KKN kembali ke kampus dalam keadaan sehat seperti saat diberangkatkan hari ini. Setelah KKN, lanjutkan perkuliahan hingga selesai sebagai bentuk tanggung jawab kepada orang tua yang telah berjuang membiayai pendidikan kalian,” tuturnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Taufiq C. Dawood mengatakan KKN tahun ini mengusung tema ‘Penguatan Capacity Development Kebencanaan melalui KKN di Wilayah Pascabencana’.
Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen USK dalam memperkuat ketangguhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan wilayah pascabencana melalui pengabdian mahasiswa.
Selain KKN Reguler, USK juga menyelenggarakan KKN Tematik Literasi yang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Program ini bertujuan mendukung peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat.
“Melalui dua skema KKN ini, kami berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat, baik dalam penguatan literasi maupun peningkatan kapasitas kebencanaan,” kata Taufiq.
Sebanyak 2.124 mahasiswa akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Sekitar 1.300 mahasiswa mengikuti KKN Reguler yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Sementara itu, mahasiswa KKN Tematik akan ditempatkan di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat.
Taufiq turut mengingatkan seluruh peserta agar menjaga integritas, nama baik universitas, serta melaksanakan seluruh program kerja secara bertanggung jawab.
“Kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dampingi mereka, berikan solusi sesuai kebutuhan, dan tinggalkan kesan baik setelah program KKN berakhir,” pungkasnya. []





