
Banda Aceh – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menggelar aksi donor darah tahap kedua tahun 2026. Kegiatan itu berlangsung di lobi dan halaman Kantor Dinas ESDM Aceh, Kamis (16/4).
Aksi donor darah tersebut melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum. Dari kegiatan itu, terkumpul 34 kantong darah atau melampaui target Pemerintah Aceh sebanyak 25 kantong darah.
Kepala Dinas ESDM Aceh, Asnawi, S.T., M.S.M., mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial ASN terhadap sesama sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit.
“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk empati dan tanggung jawab sosial ASN Pemerintah Aceh. Ketersediaan darah sangat krusial bagi keselamatan pasien, dan kami ingin menjadi bagian dari solusi,” ujar Asnawi.
Menurutnya, kegiatan donor darah itu juga merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Aceh Nomor 400.7.2.11/3206 tertanggal 1 April 2026 tentang gerakan donor darah di lingkungan Pemerintah Aceh.
“Atas capaian hari ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Semoga setiap tetes darah yang didonorkan menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh, dr. Nurul Husna, mengapresiasi konsistensi Dinas ESDM Aceh dalam mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut.
Ia menyebut kebutuhan darah di Banda Aceh masih tinggi, terutama untuk pasien yang membutuhkan transfusi rutin seperti penderita thalasemia dan pasien hemodialisis.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Kebutuhan darah terus meningkat, sehingga partisipasi aktif dari instansi pemerintah maupun masyarakat sangat kami harapkan,” ujarnya.
Nurul juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah karena selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor.
Salah seorang ASN Dinas ESDM Aceh, Alvan Ade Reza, mengaku bangga dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan donor darah kali ini merupakan pengalaman kesepuluh baginya.
“Ini donor darah saya yang ke sepuluh kali, tapi rasanya selalu berbeda dan menyenangkan. Selain menyehatkan, ada kepuasan tersendiri karena kita bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” ungkap Alvan yang baru saja meraih gelar doktor bidang ilmu teknik pada awal tahun 2006.
Kegiatan donor darah itu diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan. []





