
Banda Aceh – Sebanyak 18 calon jemaah haji asal Aceh gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Mereka batal atau tertunda keberangkatannya karena sakit maupun meninggal dunia.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan total rencana awal jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Aceh sebanyak 5.502 orang. Namun hingga kloter 14, jumlah jemaah yang berhasil diberangkatkan tercatat 5.484 orang.
“Rincian jumlah jemaah embarkasi Aceh, rencana awal 5.502 jemaah, realisasi 5.484 jemaah. Batal atau tunda berangkat karena meninggal dan sakit ada 18 orang,” kata Arijal, Rabu (20/5).
Ia menjelaskan, dari total 18 jemaah tersebut, lima orang meninggal dunia sebelum masuk asrama haji. Kemudian sembilan jemaah ditunda keberangkatannya karena sakit sebelum masuk asrama, serta empat jemaah lainnya sakit setelah masuk asrama haji.
Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin menambahkan, satu dari empat jemaah yang sakit setelah masuk asrama haji berasal dari kloter 14 atau kloter terakhir. Jemaah tersebut atas nama Saminah Nyomo Santani asal Kabupaten Bener Meriah.
“Menjelang keberangkatan kloter 14, terjadi tunda jemaah satu orang atas nama Saminah Nyomo Santani, asal Bener Meriah, alasan tidak laik terbang, sehingga total 18 jemaah yang gagal berangkat tahun ini,” ujar Darwin.
Adapun kloter 14 Embarkasi Aceh diberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar pada Rabu (20/5) pukul 05.40 WIB.
Sebelumnya, sebanyak 5.095 jemaah haji dari kloter 1 hingga kloter 13 telah lebih dahulu tiba di Arab Saudi. []





