News

Jemaah Haji Aceh Dapat Fasilitas Setara Hotel Bintang 3 di Asrama

Banda Aceh – Asrama Haji Kelas I Aceh menyiapkan fasilitas setara hotel bintang tiga untuk menyambut kedatangan ribuan jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.

Sebanyak 5.426 jemaah, termasuk petugas, dijadwalkan berangkat dalam 14 kelompok terbang (kloter). Kloter pertama masuk dalam gelombang awal, sementara kloter dua hingga 14 diberangkatkan pada gelombang berikutnya.

Untuk mendukung akomodasi, asrama menyediakan 187 kamar dengan kapasitas sekitar 500 tempat tidur di setiap kloter. Dalam satu kloter, jumlah jemaah yang diberangkatkan mencapai 393 orang.

Kamar-kamar tersebut tersebar di sejumlah gedung, yakni Madinatulhujjaj dan Muzdalifah sebanyak 100 kamar, Gedung A1 sebanyak 37 kamar, serta gedung baru Grand Misfalah dengan 50 kamar.

Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi mengatakan layanan haji tahun ini menggabungkan sistem manual dan digital untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.

“Musim haji kali ini pelayanannya kita kombinasikan dua bentuk yaitu layanan manual dan juga digital. Pemanfaatan teknologi ini untuk mengatur akomodasi jemaah termasuk lansia dan prioritas termasuk penempatan tas kabin dan juga kamar di asrama haji,” kata Irsyadi, Selasa (21/4).

Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi saat mengecek kamar jemaah, Selasa (21/4). Foto: Muhammad Fadhil/sudutberita.id

Selain itu, jemaah juga akan menerima kartu nusuk sebelum keberangkatan. Berbeda dari tahun sebelumnya, pembagian dan aktivasi kartu kini dilakukan di asrama haji.

“Tahun ini ada yang baru dan beda, untuk nusuk dibagikan dan diaktifkan di asrama haji, tidak lagi diserahkan di Arab Saudi, sehingga jemaah sampai di Saudi sudah mendapatkan nusuk. Itu kebijakan baru kementerian haji. Nanti pihak maktab dari Arab Saudi akan datang langsung ke Asrama haji Aceh,” ujarnya.

Kartu nusuk merupakan identitas resmi jemaah selama di Arab Saudi yang digunakan untuk mengakses berbagai layanan, termasuk saat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Asrama haji juga memberikan pembekalan bagi jemaah, khususnya yang belum pernah menggunakan pesawat. Edukasi mencakup penggunaan fasilitas di dalam pesawat hingga tata cara beribadah selama penerbangan. Simulasi dilakukan menggunakan mockup pesawat dengan pendampingan pramugari dari Garuda Indonesia.

Selain akomodasi, pihak asrama turut menyiapkan fasilitas penunjang lain seperti aula, tempat ibadah, layanan kesehatan, hingga sarana khusus bagi jemaah lansia.

“Alhamdulillah kita telah matangkan persiapan agar jemaah dapat terlayani dengan baik,” kata Irsyadi.

Untuk menunjang mobilitas, terutama bagi lansia, asrama menyediakan mobil golf serta berbagai fasilitas tambahan lainnya.

Pola layanan juga diatur agar jemaah dapat beraktivitas lebih nyaman, termasuk penyediaan konsumsi di gedung tempat menginap guna mengurangi kelelahan.

“Jemaah tahun ini lebih hebat energi, di situ menginap, di situ makan, jadi tidak perlu keluar gedung penginapan untuk makan,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button