News

Instruksi Mualem, Kwarda Aceh Dirikan Posko Pramuka Peduli Banjir

Banda Aceh – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Aceh membuka Posko Pramuka Peduli untuk membantu penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Posko yang dikoordinir langsung oleh Ketua Harian Kwarda Aceh, Cut Bang Djufri Effendi tersebut beroperasi di Kantor Kwarda Aceh di kawasan Neusu Jaya, Banda Aceh dan mulai menerima bantuan sejak Minggu (30/11).

Djufri mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya cepat merespons kondisi darurat di lapangan. Menurutnya, pembukaan posko merupakan bentuk kesigapan Pramuka dalam menjalankan fungsi sosialnya.

“Kami bergerak sesuai prinsip Pramuka Peduli, cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” ujar Djufri kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (1/12).

Sementara, Wakil Ketua Pramuka Kwarda Aceh, Asrul Abbas menambahkan, warga yang ingin menyalurkan bantuan dapat mengirimkan donasi melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 1053922623 atas nama Kwarda Gerakan Pramuka Aceh.

Untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan benar, pihaknya meminta donatur melakukan konfirmasi ke nomor 0811 689 818 atas nama Kak Anwar.

“Transparansi itu penting. Semua bantuan kami data dan salurkan kepada pihak yang paling membutuhkan,” kata Asrul.

Posko Pramuka Peduli, kata dia, tidak hanya menampung bantuan logistik, tetapi juga menjadi pusat koordinasi relawan. Setiap laporan dari daerah banjir dihimpun dan disalurkan ke tim lapangan untuk mempercepat respons.

“Situasi di lokasi bencna berubah-ubah. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus berjalan cepat,” ujarnya.

Asrul menjelaskan bahwa pembukaan posko tersebut merupakan instruksi langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, yang juga menjabat sebagai Kamabida Kwarda Aceh.

Menurut dia, arahan gubernur menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen, termasuk Pramuka, dalam penanganan bencana daerah.

“Perintah beliau jelas: Pramuka harus ikut turun membantu masyarakat,” kata Asrul.

Koordinasi pelaksanaan posko dipimpin oleh Ketua Harian Kwarda Aceh, Cut Bang Djufri Effendi. Koordinator akan memastikan seluruh perangkat organisasi bergerak sesuai prosedur penanggulangan bencana.

“Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran. Jangan sampai ada daerah yang dapat berlebih, sementara daerah lain kekurangan,” katanya.

Asrul mengajak masyarakat Aceh untuk terlibat dalam gerakan solidaritas tersebut. Menurutnya, kekuatan utama penanggulangan bencana adalah partisipasi publik.

“Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti. Pramuka akan memastikan semuanya sampai kepada korban yang membutuhkan,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button