
Banda Aceh – Sebanyak 78 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Optimalisasi dan 292 PPPK Paruh Waktu di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh resmi dilantik pada Kamis (27/11).
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Aceh dan serentak diikuti kantor kementerian agama kabupaten/kota se-Aceh. Acara ini juga terhubung secara daring dan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Kamaruddin Amin.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari mengajak para pegawai yang baru dilantik untuk menjaga profesionalitas serta mensyukuri amanah yang diberikan negara.
“Diangkatnya saudara-saudara menjadi PPPK merupakan hasil dari kemampuan yang telah dibuktikan, serta atas izin Allah SWT. Bukan karena campur tangan orang lain. Jadi bersyukurlah,” ujarnya.
Azhari berharap para pegawai dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan keagamaan dan layanan publik di Aceh. Ia juga menegaskan tidak ada praktik pungutan dalam proses pengangkatan PPPK.
“Jika ada yang mengalami ini silakan laporkan kepada saya atau tim kepegawaian. Kami akan ambil tindakan sebagaimana mestinya,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah PPPK di beberapa daerah mengikuti pelantikan dari rumah karena bencana banjir yang melanda Aceh.
“Sehingga mereka tidak bisa menuju kankemenag. Mari kita doakan semoga cobaan ini cepat berlalu,” tutup Azhari.
Sementara itu, Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin menyampaikan selamat kepada para PPPK yang telah dilantik. Ia menyinggung perjalanan panjang proses seleksi yang berjalan sesuai amanat PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.
“Selepas acara ini, tugas pertama Saudara adalah bersyukur, bermuhasabah atas capaian ini, serta bekerja dengan baik. Hindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun keluarga,” kata Kamaruddin.
Ia mengingatkan bahwa ASN Kemenag memiliki tugas strategis karena tersebar di lebih dari 10.500 satuan kerja di seluruh Indonesia dengan mandat utama memberikan layanan keagamaan.
“Karena itu, para PPPK harus menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas,” ujarnya. []





