News

Medco Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

Aceh Timur – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P), sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama mereka dalam melaksanakan kegiatan perawatan fasilitas produksi secara non-rutin dan terencana.

Hal tersebut disampaikan Senior Communication Medco E&P, Leony Lervyn merespons pernyataan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh yang menyebut aktivitas pembersihan sumur migas AS9 milik PT Medco E&P Malaka dinilai tanpa memperhatikan keselamatan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat, pekerja, lingkungan, dan fasilitas produksi merupakan prioritas utama kami. Kami juga memastikan bahwa seluruh operasi kami berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Leony Lervyn dalam keterangannya kepada sudutberita.id, Selasa (12/8/2025).

Leony menyampaikan kegiatan perawatan fasilitas produksi secara non-rutin dan terencana yang dilakukan saat ini untuk menjaga keandalan operasional serta memastikan pasokan energi yang aman dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Medco E&P Malaka menegaskan komitmen terhadap aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga Medco E&P dapat terus berkontribusi dalam mendukung target produksi migas nasional dengan aman dan lancar,” ucap Leony Lervyn.

Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Agus Rusli turut mengapresiasi terhadap langkah Medco E&P dalam melaksanakan perawatan fasilitas produksi secara terencana.

“Medco E&P Malaka telah menjalankan perawatan fasilitas dengan mengutamakan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan. BPMA memastikan bahwa seluruh kegiatan KKKS, termasuk Medco E&P, telah memenuhi regulasi dan standar keselamatan industri hulu migas,” jelas Agus Rusli.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa BPMA akan terus melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi aktif dengan Medco E&P Malaka serta pemangku kepentingan terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses perawatan berjalan sesuai rencana, tanpa mengganggu keselamatan maupun lingkungan sekitar.

Perawatan non-rutin seperti ini sangat diperlukan untuk menjaga keandalan fasilitas produksi, mengurangi risiko kegagalan operasional, dan memastikan kelancaran pasokan gas.

Dengan demikian, Medco E&P Malaka dan BPMA bersama-sama berkomitmen untuk menjaga stabilitas produksi migas nasional, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh Timur. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button