BisnisNews

Proyek Gas Laut Dalam Dimulai, Mubadala Bangun Infrastruktur Energi di Aceh

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menerima kunjungan strategis dari Presiden Direktur Mubadala Energy dan jajaran pimpinan SKK Migas di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (16/7/2025).

Pertemuan ini menjadi tonggak awal bagi dimulainya proyek besar pengembangan lapangan gas laut dalam di Wilayah Kerja (WK) Andaman yang akan berpusat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe.

Proyek ini digadang-gadang sebagai motor penggerak baru bagi perekonomian Aceh dalam jangka panjang. Dalam rencana awal, Mubadala Energy akan membangun fasilitas pengaliran gas di daratan, yang diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan membuka berbagai peluang ekonomi untuk masyarakat lokal.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem mendukung penuh proyek strategis ini karena akan membawa dampak besar bagi kemajuan Aceh

“Terutama dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan penguatan sektor energi,” ujar Mualem yang didampingi oleh Plt. Sekda Aceh, M. Nasir dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Taufik.

Mualem menyampaikan jika Pemerintah Aceh akan memastikan iklim investasi yang kondusif, dengan tetap memprioritaskan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Khususnya warga Lhokseumawe dan sekitarnya,” jelas Mualem.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari SKK Migas yang dipimpin oleh Deputi Dukungan Bisnis, Eka Bhayu Setta, beserta BPMA, PEMA, kepala dinas terkait, staf khusus Gubernur, serta Wali Kota Lhokseumawe.

Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah isu strategis dibahas secara intensif, termasuk prioritas penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur energi yang berkelanjutan.

Azhari Idris, salah satu tokoh energi yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen kuat Gubernur Aceh.

“Dukungan Gubernur Aceh terhadap proyek ini sangat positif dan disambut baik oleh manajemen Mubadala. Harapan beliau selaras dengan visi investasi Mubadala di Aceh,” ujar putra asali Aceh itu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi.

Sementara itu, Presiden Direktur Mubadala Energy, Abdullah, menyatakan bahwa kehadiran perusahaannya di Aceh tidak hanya untuk eksplorasi energi, tetapi juga untuk berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami hadir di Aceh untuk memberi sesuatu yang terbaik bagi masyarakat. Insya Allah, proyek ini akan membawa manfaat luas,” katanya.

Proyek Gas Andaman ini tidak hanya diharapkan memperkuat sektor energi, tetapi juga memberikan multiplier effect ke berbagai sektor lain seperti industri pendukung, logistik, pelatihan tenaga kerja, dan UMKM.

Kolaborasi ini juga mencerminkan eratnya hubungan historis antara Aceh dan Uni Emirat Arab, serta memperkuat posisi Aceh sebagai daerah strategis dalam peta investasi energi nasional dan internasional. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button