
Banda Aceh – Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 2 Banda Aceh (IKASMANDU) menggelar khitanan massal di lingkungan sekolah setempat pada Minggu (6/7/2025) pagi.
Kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian para alumni terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Sebanyak 50 anak yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga mengikuti kegiatan ini. Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal ikut hadir dalam kegiatan sosial itu.
Dalam kesempatan itu. Pangdam IM turut menyerahkan bingkisan kepada sejumlah peserta secara simbolis, sebagai bentuk motivasi dan semangat mereka dalam menjalani proses ini.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Niko Fahrizal menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua IKASMANDU beserta seluruh panitia pelaksana yang telah menggagas dan merealisasikan kegiatan yang sangat mulia ini.
Jenderal TNI bintang dua ini menilai, inisiatif yang dilakukan oleh para alumni ini merupakan wujud kepedulian sosial yang patut diteladani.
Niko mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada IKASMANDU atas prakarsa yang begitu luar biasa ini.
“Kegiatan ini bukan hanya membantu masyarakat secara langsung dalam bentuk layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas, kepedulian dan empati antar sesama. Ini adalah wujud nyata dari cinta tanah air dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Pangdam IM juga menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap segala bentuk upaya kemanusiaan dan kegiatan sosial yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa sinergi antara Alumni, Kodam IM dan elemen masyarakat lainnya merupakan kekuatan besar dalam membangun keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.
Mayjen TNI Niko Fahrizal juga berharap agar kegiatan khitanan massal ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pemicu lahirnya kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya para Alumni dari berbagai Institusi untuk ikut terlibat aktif dalam aksi-aksi sosial yang berdampak untuk masyarakat.
“Mari kita jadikan kepedulian sebagai budaya dan kebiasaan. Karena sebagaimana yang sering saya sampaikan, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, bahkan alam semesta,” ujar Niko.
Kegiatan khitanan massal ini diawali dengan prosesi peusijuek. Prosesi ini menambah kekhusyukan dan kekuatan budaya dalam setiap rangkaian acara, serta menjadi pengingat bahwa seluruh aktivitas ini dijalankan dengan penuh niat baik dan keikhlasan.
Tak hanya memberi dampak secara medis dan kesehatan kepada para peserta, kegiatan ini juga berhasil memperkuat jalinan hubungan antara Kodam IM, alumni sekolah serta masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, kegiatan khitanan massal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua lapisan untuk turut serta ambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. []





