
Aceh Besar – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan juga Bunda Inklusi Kemenag Aceh Besar, Yasmaidar berkunjung ke MIN 5 Aceh Besar di Sibreh untuk memastikan kesetaraan layanan pendidikan untuk semua murid di madrasah setempat, Jumat (2/5/2025).
Yasmaidar mengatakan, program Bunda Inklusi salah satunya berfokus pada kesetaraan pendidikan setiap siswa didik termasuk penyandang disabilitas.
Setiap anak menurutnya, berhak mendapatkan pendidikan setara yang penuh kenyamanan tanpa melihat latar belakang atau bahkan keadaan fisiknya.
“Tadi kita pantau pembelajaran di madrasah Alhamdulillah berjalan dengan baik penuh dengan kenyamanan dan tidak ada perbedaan layanan antar siswa dalam proses pembelajaran,” ungkapnya saat berada di salah satu Madrasah Inklusif di Aceh Besar itu.
Dalam kesempatan tersebut, Yasmaidar juga turut serta berkomunikasi dengan wali selaku mitra madrasah dan juga guru utama bagi anak didik di rumah.
Menurutnya, peran orang tua sangat besar dalam tumbuh kembang otak anak yang optimal.
Dia juga mengatakan, orang tua juga harus berperan aktif dalam melaporkan berbagai persoalan yang dialami murid agar madrasah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal.
“Kita tahu bahwa peran orang tua dalam pendidikan inklusi ini sangat besar. Kita ingin para orang tua murid terlibat aktif dalam menyukseskan program ini karena orang tua selain mitra madrasah, guru pertama dan juga sumber informasi yang tahu seluk beluk dan kondisi siswa didik,” ujar Yasmaidar didampingi Ketua Forum Pendidikan Madrasah Inklusif (FPMI) Aceh Besar, Nurherlina.
Selain itu, pada kesempatan tersebut pengurus DWP Kemenag Aceh Besar juga membagikan sejumlah paket sembako dan bingkisan untuk wali murid MIN setempat. []





