HukumNews

Polresta Banda Aceh Gelar Razia Balap Liar, Puluhan Kendaraan dan Miras Disita

Banda Aceh – Maraknya aksi balap liar di wilayah hukum Polresta Banda Aceh yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum, mendorong Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Heri Purwono turun langsung memimpin operasi penertiban pada Sabtu (19/4/2025) dini hari.

Kegiatan diawali dengan apel malam di Asrama Polisi Punge, diikuti puluhan personel yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan penindakan terhadap aksi balap liar di sejumlah titik rawan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono menyatakan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya laporan warga yang mengeluhkan gangguan akibat balap liar, khususnya di kawasan Jalan Iskandar Muda.

“Kami tidak boleh diam, dan ini harus diambil tindakan tegas,” kata Joko dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).

Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap mobil barang, mobil penumpang, serta sepeda motor yang melintas.

Fokus pemeriksaan mencakup kelengkapan surat-surat kendaraan, senjata tajam, senjata api ilegal, bahan peledak, narkotika, hingga minuman keras.

“Jadi tujuan kegiatan razia ini adalah untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kriminalitas serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” tambahnya.

Hasil operasi menunjukkan adanya sejumlah pelanggaran. Sebanyak 30 unit sepeda motor diamankan karena tidak sesuai aturan lalu lintas, dan 10 botol minuman keras berbagai merek disita dari kendaraan roda empat.

“Seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Kapolresta juga menambahkan bahwa meski telah dilakukan razia, tren aktivitas ilegal di malam hari masih ditemukan.

Oleh karena itu, ke depan patroli dan operasi akan dilakukan secara dinamis dan mobile guna mengantisipasi pelaku yang berpindah ke lokasi-lokasi baru yang belum diawasi secara ketat.

“Bisa diprediksi pelaku kejahatan kemungkinan akan mencari jalur atau lokasi alternatif yang belum diawasi secara ketat. Maka, patroli dan razia ke depan perlu bersifat dinamis dan mobile,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button