
Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas (SAU), mengukuhkan enam profesor baru yang merupakan para pakar dari berbagai bidang keilmuan.
Pengukuhan ini dipimpin oleh Ketua Senat Akademik Universitas, Prof Abubakar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (26/2/2025).
Salah satu profesor yang dikukuhkan adalah Prof Abdullah. Dalam penelitiannya, Prof Abdullah mengkaji strategi mitigasi konflik antara gajah Sumatera dengan manusia, melalui pendekatan ekologi perilaku dan teknologi peringatan dini. Demi menuju koeksistensi antara manusia dan gajah.
“Prof. Abdullah menilai, koeksistensi antara manusia dan gajah Sumatera bukanlah hal yang mustahil. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh bersama, yaitu: Pengembangan Model Konservasi Berbasis Komunitas; Kerja Sama Multi-pihak; Edukasi dan Kampanye Kesadaran,” kata Rektor USK, Prof Marwan.
Selain Prof Abdullah, adapun lima profesor lainnya yang dikukuhkan adalah Prof Razali, Prof Abdul Gani, Prof Razali, Prof Amiruddin dan Prof Nasir Usman.
Prof Razali berupaya mengkaji bagaimana transformasi kurikulum bahasa di perguruan tinggi. Kajian ini bertujuan untuk menemukan strategi yang efektif, dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam komunikasi dan literasi.
Menurut Prof Marwan, kajian Prof Razali ini sangatlah penting dan patut menjadi perhatian bersama khususnya para pemangku kebijakan di dunia pendidikan.
“Sebab di era digital dan globalisasi, keterampilan komunikasi dan literasi menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa agar dapat bersaing di dunia kerja dan masyarakat luas,” sebut Prof Marwan.
Kemudian Prof. Abdul Gani, mengkaji bagaimana mengkonversikan sampah organik menjadi KOMARASCA (Kompos-Arang-Asap Cair). Riset ini tentu saja sangat menarik, sebab permasalahan sampah adalah masalah kita bersama yang tidak akan pernah dapat dituntaskan 100%.
Meskipun demikian, permasalahan sampah ini dapat diminimalisasi keberadaannya. Hal inilah yang kemudian menggerakan Prof. Abdul Gani untuk meneliti bagaimana mendegradasi sampah organik dengan cara mengkonversinya menjadi KOMARASCA.
“Hasil kajian ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas permasalahan sampah kita hari ini. Dengan demikian, kelestarian lingkungan atau keberlanjutan hidup kita menjadi lebih baik,” ujar Rektor.
Selanjutnya, Prof Razali pakar di bidang belajar motorik. Meneliti bagaimana caranya melakukan penguatan Physical Literacy melalui Motor Learning.
Dalam kajiannya ini, membuktikan besarnya manfaat dari implementasi kebijakan yang mendukung motor learning dan physical literacy tersebut.
“Riset ini patut menjadi rujukan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memperkuat keterampilan fisik, mental dan sosial siswa, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” sebut Prof Marwan.
Kemudian Prof Amiruddin. Nama yang tidak asing, orangtua asuh mahasiswa KIP K di asrama. Mengkaji dinamika psikologi sosial dalam olahraga: Kunci meningkatkan motivasi dan prestasi atlet. Dirinya menilai, psikologi sosial berperan penting dalam dunia olahraga, terutama dalam memahami bagaimana interaksi sosial dan dinamika kelompok mempengaruhi motivasi dan performa atlet.
“Kajian Prof. Amiruddin ini dapat menjadi pondasi penting khususnya dalam pembinaan atlet. Sebab dengan menerapkan prinsip-prinsip psikologi sosial, kita dapat membantu atlet dan tim untuk mendapatkan prestasi yang terbaik,” jelasnya.
Terakhir, ada Prof. Nasir yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mengkaji bagaimana merevitalisasi manajemen pendidikan, demi menciptakan pengembangan sekolah yang berdaya saing global.
“Hasil risetnya menjelaskan, manajemen mutu dalam sekolah, kepemimpinan mutu, dan pengembangan kompetensi guru serta tenaga kependidikan adalah elemen-elemen yang saling terkait dan penting untuk mencapai keunggulan pendidikan,” sebut Rektor. []





