News

ANAT Fair 2026 Resmi Dibuka di Banda Aceh, Hadirkan Promo Wisata Malaysia-Singapura

Banda Aceh – Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Aceh menggelar ASTINDO Nanggroe Aceh Travel (ANAT) Fair 2026 di Suzuya Mall Banda Aceh. Pameran perjalanan wisata yang berlangsung 25 hingga 27 September itu menjadi travel fair pertama yang digelar di Tanah Rencong.

Sebanyak 12 exhibitor dari Aceh, Malaysia, dan Singapura ambil bagian dalam ajang tersebut. Masyarakat disuguhkan berbagai penawaran perjalanan, mulai dari harga promo, cashback, hingga doorprize untuk beragam destinasi wisata domestik maupun mancanegara.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh mendukung penuh penyelenggaraan ANAT Fair. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kalau ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan, silakan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh. Kami siap mendukung dan mensupport kegiatan seperti ini,” kata Jalaluddin saat membuka acara, Jumat (25/9).

Jalaluddin juga menegaskan Banda Aceh merupakan kota yang aman bagi wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah. Ia menilai citra keamanan Aceh kini semakin baik, termasuk di kalangan keluarga yang menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi di Aceh.

“Sekarang ada tren masyarakat dari luar menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi di Aceh karena mereka yakin ketika anaknya berada di Aceh akan dijaga oleh pemerintah agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang syariat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Tourism Malaysia Medan, Rosalina Abdul Rahim, mengatakan kehadiran Tourism Malaysia di ANAT Fair bertujuan mempromosikan Negeri Jiran sebagai destinasi favorit masyarakat Aceh.

Menurut Rosalina, Malaysia memiliki budaya yang dekat dengan Aceh sehingga wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.

“Kami ingin meyakinkan pelancong dari Aceh bahwa mereka akan merasa aman ketika berwisata ke Malaysia karena budayanya hampir sama. Malaysia sangat ramah bagi pelancong dari Aceh,” katanya.

Rosalina menyebut Malaysia menawarkan beragam pilihan perjalanan, mulai dari wisata belanja, liburan keluarga, hingga wisata kesehatan.

“Seolah-olah Malaysia itu, setiap kali cuti atau stres bekerja, solusinya melancong ke Malaysia. Bisa untuk shopping, berwisata, hingga berobat,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum I DPP ASTINDO, Anton Sumarli, menilai Aceh memiliki potensi pasar pariwisata yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa dan lebih dari separuh berada pada usia produktif, Aceh dinilai menjadi pasar yang menjanjikan bagi industri perjalanan.

“Aceh memiliki basis pasar yang potensial untuk dikembangkan. Dari sisi pariwisata domestik, potensi ini dapat menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat bagi UMKM kuliner, transportasi, akomodasi, dan berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya,” kata Anton.

Ia menambahkan, meningkatnya perjalanan wisata ke luar negeri dari Aceh juga berpotensi membuka lapangan kerja baru.

“Dari sisi mancanegara, semakin berkembangnya perjalanan wisata dari Aceh akan membuka usaha dan lapangan pekerjaan baru seperti pemandu wisata, penerjemah, biro perjalanan wisata, dan usaha lainnya,” ujarnya.

Ketua DPD ASTINDO Aceh, Umar Machtub, optimistis ANAT Fair akan menjadi magnet kunjungan masyarakat selama tiga hari penyelenggaraan.

“Insyaallah tiga hari ke depan tempat ini akan selalu ramai. Ini salah satu yang akan mendongkrak perekonomian kita, khususnya di Banda Aceh,” katanya.

Umar mengatakan Banda Aceh memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia bagian barat. Karena itu, ASTINDO bersama sejumlah pihak tengah mengembangkan paket wisata lintas provinsi.

“Kami sudah bersepakat membuat paket wisata bersama untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini agar ketiga provinsi bisa saling terhubung dalam satu paket perjalanan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan Aceh merupakan destinasi yang aman dan memiliki daya tarik khas sebagai Serambi Mekkah.

“Kami menghadirkan berbagai penawaran spektakuler yang tidak boleh dilewatkan masyarakat. Ada harga promo, cashback melimpah, doorprize, dan 12 exhibitor dari Malaysia, Singapura, serta Aceh,” kata Umar.

Area Manager BSI Banda Aceh, Bambang Frasetia, mengatakan Bank Syariah Indonesia turut mendukung ANAT Fair 2026 sebagai bagian dari pengembangan ekosistem wisata halal dan perjalanan masyarakat.

“BSI bangga menjadi bagian dari ANAT Fair 2026. Kami melihat perkembangan wisata halal, perjalanan bisnis, ibadah, hingga wisata ke luar negeri semakin meningkat. Untuk menjawab kebutuhan itu, BSI menghadirkan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat,” ujarnya.

ANAT Fair 2026 berlangsung pada 25-27 September di Suzuya Mall Banda Aceh dengan menghadirkan berbagai promo perjalanan, konsultasi paket wisata, serta penawaran khusus dari agen perjalanan dan mitra pariwisata. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button