
Bireuen – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Aceh melalui Penggerak HAM Desa Meunasah Blang melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Siswa-siswi SD Negeri 18 Bireuen di SD Negeri 18 Bireuen Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Selasa (22/9).
Kegiatan mengusung tema “Penguatan Kapasitas HAM bagi Siswa-Siswi SD Negeri 18 untuk Saling Menghargai, Menjaga, dan Melindungi.” Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai HAM kepada anak sejak usia dini sekaligus memperkuat pelaksanaan Desa Sadar HAM di Desa Meunasah Blang.
Desa Meunasah Blang merupakan Desa Binaan Sadar HAM. Dalam pelaksanaannya, penguatan kapasitas HAM turut dilakukan melalui lingkungan pendidikan dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam membangun budaya saling menghargai dan melindungi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penggerak HAM Desa Meunasah Blang, Puja Rahmah, yang memberikan materi kepada para siswa mengenai pengertian HAM, hak anak, pentingnya menghargai teman, menjaga diri dan orang lain, serta keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.
Kegiatan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 18 Bireuen Meunasah Blang, Bahagia, S.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ernawati, S.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ernawati, S.Pd.I., mengajak para siswa untuk menjadi murid yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Menurutnya, karakter siswa dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati guru, menyayangi teman, menjaga tutur kata, tidak mengejek atau menyakiti teman, serta mau membantu teman yang membutuhkan. Ia juga mengajak seluruh siswa bersama-sama menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.
“Sekolah kita akan menjadi tempat yang aman dan nyaman apabila kita semua saling menghargai, saling menjaga dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman. Mulailah dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil. Jadilah murid yang berkarakter baik,” ujar Ernawati dalam sambutannya.
Ia berharap kegiatan penguatan kapasitas HAM tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa menghargai hak orang lain merupakan bagian dari pembentukan karakter.
Siswa Dikenalkan dengan Hak Anak
Dalam materi sosialisasi, siswa diperkenalkan dengan pengertian HAM melalui bahasa yang sederhana. Mereka diberikan pemahaman bahwa HAM merupakan hak yang dimiliki setiap manusia sejak lahir, melekat pada setiap manusia, berlaku untuk semua, dan harus dihormati.
Materi juga membahas mengenai hak anak. Para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak yang harus dihormati dan dilindungi, termasuk hak memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas, mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, bermain dan beristirahat, serta hak untuk aman dari kekerasan, pelecehan dan perlakuan buruk.
Puja Rahmah juga mengajak siswa memahami bahwa penerapan HAM dapat dimulai dari lingkungan sekolah.
Siswa diajak untuk tidak mengejek teman yang berbeda, mendengarkan ketika teman berbicara, menghargai perbedaan, tidak mengucilkan teman, serta membantu teman yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan melindungi diri sendiri maupun teman. Mereka diajak berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang menyakiti, menjauh dari situasi berbahaya, meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya, serta tidak diam ketika melihat teman disakiti.
Belajar dari Situasi Sehari-hari
Agar mudah dipahami, materi HAM dikaitkan dengan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa. Di antaranya ketika seorang anak diejek karena berbeda, tidak diajak bermain, dicubit atau dipukul, maupun ketika seorang anak merasa takut untuk bercerita.
Siswa kemudian diajak menentukan sikap yang tepat, mengetahui siapa yang dapat membantu, dan memahami bagaimana membuat teman merasa aman.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para siswa diajak berdiskusi mengenai berbagai perilaku yang mencerminkan sikap saling menghargai serta bagaimana menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan nyaman bagi semua.
Dari Sekolah Menuju Desa Sadar HAM
Penguatan kapasitas HAM di SD Negeri 18 Bireuen menjadi bagian dari upaya memperkuat Desa Meunasah Blang sebagai Desa Binaan Sadar HAM.
Nilai-nilai yang diperkenalkan kepada siswa diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan dalam keluarga dan masyarakat. Perilaku baik yang dibangun di sekolah diharapkan dapat berkembang menjadi budaya saling menghormati di lingkungan yang lebih luas.
Di akhir kegiatan, para siswa diajak membangun komitmen untuk menghargai, menjaga dan melindungi hak setiap anak. Mereka juga diajak berani meminta bantuan serta ikut berperan dalam mewujudkan Desa Sadar HAM.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan kapasitas HAM diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan generasi muda yang berkarakter, mampu menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, serta berani menjaga lingkungan yang aman dan nyaman.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Desa Meunasah Blang sebagai Desa Binaan Sadar HAM, dengan menjadikan sekolah sebagai salah satu ruang penting untuk menanamkan nilai-nilai HAM sejak dini.
Dari SD Negeri 18 Bireuen, semangat sadar HAM ditanamkan sejak dini untuk membangun sekolah yang aman, siswa yang berkarakter, serta masyarakat Desa Meunasah Blang yang semakin sadar dan menghormati HAM. []



