BisnisNews

Limbah Buah Pasar Disulap Jadi Probiotik Udang, Inovasi Pertamina Pertama di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe memperkuat komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Program Gampong Berdikari di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL) bagi petambak udang. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petambak dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin memengaruhi keberlanjutan budidaya udang vaname.

Perubahan pola cuaca yang menyebabkan fluktuasi suhu, salinitas, hingga pH air tambak dinilai meningkatkan risiko stres, serangan penyakit, bahkan kematian udang. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas dan pendapatan petambak.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan pelatihan ini membekali petambak dengan keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami yang berfungsi sebagai immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.

“Probiotik MOL pada Program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami,” kata Silvani dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Menurut Silvani, inovasi tersebut tidak hanya mendukung ketahanan budidaya udang, tetapi juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik pasar menjadi produk bernilai tambah.

Program ini juga sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe, yakni “Broh Jeut Ke Peng” atau sampah menjadi uang.

Melalui pelatihan tersebut, Pertamina berharap petambak mampu memproduksi probiotik secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap produk komersial dapat dikurangi. Penggunaan probiotik alami juga diharapkan mampu menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan.

“Melalui pelatihan pembuatan probiotik MOL diharapkan kapasitas masyarakat meningkat dan petambak dapat memproduksi probiotik secara mandiri. Penggunaan probiotik alami ini diharapkan menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan akan terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal melalui Program Gampong Berdikari. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program Gampong Berdikari juga berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 14 Ekosistem Laut melalui penguatan ekonomi sirkular, peningkatan ketahanan budidaya perikanan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button