
Banda Aceh – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, tim mahasiswa USK berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang INFINITY 2026.
Tim tersebut terdiri atas Rafi Athallah dari Program Studi Teknik Sipil, Riska Muliani dari Bimbingan dan Konseling, Muhammad Faizil dari Teknik Elektro, serta Ariel Sucipto dari Teknik Industri.
Prestasi tertinggi diraih pada kategori Safety Innovation Competition (SIC). Rafi Athallah, Riska Muliani, dan Muhammad Faizil sukses meraih Juara 1 berkat inovasi bertajuk ErgoSense.
Ketua tim, Rafi Athallah, menjelaskan ErgoSense merupakan sistem pemantauan ergonomi berbasis wearable yang dirancang untuk mendeteksi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja industri secara real-time.
“ErgoSense merupakan sistem pemantauan ergonomi berbasis wearable yang kami rancang untuk mendeteksi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja industri secara real-time,” ujar Rafi, Senin (20/7).
Tak berhenti sampai di situ, Rafi Athallah kembali mengukir prestasi bersama Ariel Sucipto pada kategori Green Manufacturing Competition (GMC). Keduanya berhasil meraih Juara 1 melalui inovasi ECOGREEN, yakni bata beton ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah pertanian dan kelautan serta dilengkapi teknologi self-healing untuk mendukung konstruksi berkelanjutan.
Sementara itu, Ariel Sucipto kembali menambah raihan prestasi USK pada kategori Industrial Business Plan Competition (IBPC). Tim yang dipimpinnya berhasil meraih Juara 3 lewat inovasi AQUA-SHIELD AI.
Ariel menjelaskan, AQUA-SHIELD AI merupakan solusi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi sistem desalinasi air bersih.
“AQUA-SHIELD AI adalah solusi cerdas yang kami kembangkan berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi sistem desalinasi air bersih,” kata Ariel.
Keberhasilan memborong dua gelar Juara 1 dan satu Juara 3 di ajang INFINITY 2026 menjadi bukti kompetensi serta daya saing mahasiswa USK dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan.
Prestasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Indonesia. []





