
Banda Aceh – Sebanyak 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh mengikuti kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kegiatan ini mengusung tema “Money Wise, Future Wise” dan dipusatkan di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh pada Kamis (3/9).
LIKE IT 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui siaran langsung dari Kota Balikpapan sebagai tuan rumah nasional. Kehadiran ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Banda Aceh menunjukkan semakin luasnya jangkauan program literasi keuangan hingga ke wilayah paling barat Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan dan investasi. Mahasiswa dinilai sebagai kelompok yang sedang memasuki fase kemandirian finansial, namun masih membutuhkan bekal pengetahuan agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat.
Dalam rangkaian talkshow, peserta mendapatkan materi dari Bank Indonesia, Kemenkeu, OJK, dan LPS. Selain itu, financial planner Nadya Harsya turut berbagi pengetahuan praktis mengenai cara mengelola keuangan pribadi, menyusun perencanaan finansial, hingga mengenal berbagai instrumen investasi yang sesuai bagi generasi muda.
Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Indra Gunawan Sutarto, mengatakan literasi keuangan kini menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berubah.
“Pemahaman mengenai investasi menjadi sebuah kewajiban seiring dengan dinamika sistem keuangan global maupun domestik yang dapat memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi kita. Karena itu, penting bagi generasi muda memahami investasi dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak,” kata Indra.
Pembahasan mengenai literasi keuangan dinilai semakin relevan setelah hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK, LPS, dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus lalu. Untuk pertama kalinya, survei tersebut menyajikan data hingga tingkat provinsi.
Hasil SNLIK menunjukkan Aceh menjadi provinsi dengan indeks literasi keuangan syariah tertinggi di Indonesia, mengungguli DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Capaian tersebut dinilai selaras dengan implementasi Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.
Bank Indonesia menilai pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan generasi muda. Literasi yang tinggi diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong partisipasi nyata dalam ekosistem keuangan syariah.
Melalui LIKE IT 2026, Bank Indonesia berharap mahasiswa di Aceh tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga tumbuh sebagai investor yang cerdas, mampu mengelola keuangan secara bijak, dan berkontribusi dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. []





