
Pidie – Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyalurkan bantuan kepada jemaah haji asal Aceh yang terlilit utang akibat terdampak banjir. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.
Di Kabupaten Pidie Jaya, Senin (29/6), Dahnil menyerahkan bantuan kepada empat jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci. Mereka merupakan bagian dari 32 jemaah haji asal Aceh yang menerima bantuan melalui program kemanusiaan tersebut.
Sebagian besar penerima bantuan merupakan jemaah yang terlilit utang setelah terdampak banjir beberapa waktu lalu. Keterbatasan ekonomi membuat sebagian dari mereka harus meminjam dana untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji maupun memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban para jemaah, termasuk membantu menyelesaikan utang yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Dahnil, perhatian pemerintah terhadap jemaah Aceh berangkat dari semangat masyarakat yang tetap memenuhi panggilan Allah SWT meski sedang menghadapi cobaan.
“Saat Aceh dilanda musibah, pemerintah memberikan relaksasi pelunasan biaya haji. Namun justru Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling cepat menyelesaikan pelunasannya. Semangat itu menjadi perhatian Bapak Presiden Prabowo,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Senin (29/6) malam.
Ia mengatakan Presiden kemudian mengamanahkan agar bantuan kemanusiaan yang tersedia diprioritaskan bagi jemaah yang benar-benar membutuhkan sehingga dapat meringankan beban mereka setelah kembali dari Tanah Suci.
“Kami ingin para jemaah pulang dengan hati yang tenang. Jangan sampai kemabruran ibadahnya masih dibayangi beban utang akibat musibah yang mereka alami. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Dahnil.
Program bantuan ini disalurkan kepada penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui proses pendataan dan verifikasi. Di Aceh, sebanyak 32 jemaah haji menerima bantuan yang berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana, di antaranya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tidak berhenti setelah rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai. Pemerintah juga berupaya terus hadir mendampingi jemaah, terutama mereka yang menghadapi kondisi sulit akibat musibah, agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang bersama keluarga dan meraih kemabruran ibadah. []





