News

SLB TNCC Bekali Orang Tua Siswa Tunagrahita dan Autis dengan Terapi di Rumah

Banda Aceh – Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC menggelar pelatihan inovasi pembelajaran dan terapeutik bagi orang tua peserta didik tunagrahita dan autis. Kegiatan selama dua hari ini menjadi upaya sekolah meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, baik dalam pembelajaran maupun stimulasi terapeutik di rumah.

Pelatihan berlangsung pada Selasa-Rabu, 11-12 Agustus 2026, dan diikuti 65 peserta yang terdiri atas orang tua peserta didik serta tim ketunaan SLB TNCC. Kegiatan dipandu langsung Kepala SLB TNCC, DM Ria Hidayati, S.Psi., M.Ed., Gr., melalui penyampaian materi dan praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik tunagrahita dan autis.

Dalam sesi materi, Ria memberikan pemahaman mengenai karakteristik peserta didik tunagrahita dan autis. Para orang tua juga dibekali pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan pendampingan, termasuk langkah penanganan dan stimulasi yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Tak hanya mendapatkan materi, peserta juga diajak mempraktikkan berbagai aktivitas yang dapat diterapkan bersama anak di rumah. Di antaranya oral massage, body massage, storytelling, sensory integration, permainan lego, serta latihan menirukan ekspresi melalui kartu emosi.

Berbagai aktivitas tersebut dirancang agar orang tua dapat memberikan stimulasi secara sederhana, menyenangkan, dan positif di lingkungan keluarga. Stimulasi itu diharapkan dapat membantu mendukung kemampuan komunikasi, motorik, sosial-emosional, konsentrasi, hingga kemandirian peserta didik.

Pelatihan tersebut juga menjadi wadah bagi sekolah dan orang tua untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam memahami kebutuhan setiap peserta didik. Dengan adanya kesinambungan antara pendampingan di sekolah dan stimulasi di rumah, perkembangan anak diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

Kepala SLB TNCC DM Ria Hidayati mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kerja sama yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua. Dia mengajak para orang tua memperbanyak aktivitas positif bersama anak di rumah agar stimulasi yang diberikan di sekolah dapat dilanjutkan dan diperkuat dalam lingkungan keluarga.

“Keberhasilan perkembangan anak membutuhkan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Dengan pendampingan yang konsisten serta aktivitas positif yang dilakukan di rumah, diharapkan potensi setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal,” kata Ria.

Menurutnya, pelatihan sengaja dipisahkan berdasarkan jenis ketunaan. Hal ini dilakukan agar orang tua dapat lebih terbuka dalam berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan sesama orang tua yang memiliki anak dengan kondisi serupa.

“Pelatihan ini sengaja dibuat terpisah per ketunaan sehingga orang tua yang menjadi peserta bisa lebih terbuka sesama orang tua yang memiliki anak autis maupun tunagrahita,” ujarnya.

SLB TNCC berharap pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar dan tumbuh kembang yang menyenangkan, suportif, serta sesuai dengan kebutuhan setiap anak. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button