BisnisNews

Aceh Punya Peran Strategis Topang Pasokan Energi Nasional

Banda Aceh – Provinsi Aceh dinilai memegang peranan sangat penting dalam menunjang pasokan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yudhiawan Wibisono, saat menghadiri Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (2/2).

Yudhiawan mengatakan, kehadirannya dalam forum tersebut mewakili Menteri ESDM sekaligus membawa amanat Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya poin nomor 2 dan nomor 5.

“Saya hadir pada acara ini mewakili pak menteri tentu saja membawa pesan amanat dari bapak presiden, di Asta Cita nomor 2 dan nomor 5. Nomor 2 itu tentang swasembada energi, di mana negara kita ini kaya akan energi dan sumber daya,” ujar Yudhiawan.

Ia menegaskan, swasembada energi tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor hulu migas dan kebijakan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Termasuk juga hilirisasi, jadi dalam rangka menyerap tenaga kerja dan sebagainya, di mana tentu saja ini dalam rangka untuk pertumbuhan ekonomi atau menunjang APBN dan tentu saja salah satu pilar dari negara kita adalah dari wilayah Aceh,” lanjutnya.

Menurut Yudhiawan, Aceh memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan dan pasokan energi nasional. Oleh karena itu, pengelolaan migas di Aceh harus terus diperkuat secara profesional dan berkelanjutan.

“Wilayah Aceh ini memegang peranan sangat penting dalam rangka menunjang pasokan energi nasional,” tegasnya.

Ia juga memaparkan capaian dan target lifting minyak nasional. Pada tahun 2025, lifting minyak tercatat mencapai 608.599 barel dan ditargetkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Sebagaimana diketahui, lifting kita tahun 2025 mencapai 608.599 barel, nanti diharapkan di tahun 2030 itu akan mencapai 1 juta barel, negara kita pernah mengalami yang tinggi, tapi tahun 1998, menurun, tapi sekarang sudah mulai menunjukkan peningkatan yang positif,” jelas Yudhiawan.

Dalam konteks tersebut, BPMA dinilai memiliki peran yang sangat krusial dalam mendorong peningkatan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah Aceh.

“Tentu saja BPMA memegang peranan yang sangat penting,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button