
Aceh Besar – Dayah Insan Qur’ani (IQ) menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi para santri di tengah bencana banjir yang melanda Aceh. Lembaga pendidikan tersebut menyalurkan bantuan berupa uang saku kepada 42 santri yang keluarganya terdampak langsung musibah tersebut.
Selain itu, pihak dayah juga memastikan bahwa santri yang tidak bisa pulang akibat akses jalan menuju kampung halaman terputus tetap tinggal di asrama.
Pimpinan Dayah IQ, Ust. H. Muzakkir Zulkifli, S. Ag., menegaskan bahwa seluruh kebutuhan harian santri yang menetap akan ditanggung sepenuhnya oleh dayah selama masa darurat.
“Kami mengutamakan keselamatan para santri. Dalam situasi seperti ini, perjalanan jauh sangat berisiko, sehingga perpanjangan libur adalah opsi terbaik,” ujar Ustaz Muzakkir.
Kebijakan itu disampaikan bersamaan dengan keputusan resmi memperpanjang masa libur hingga 21 Desember 2025. Melalui surat bernomor B-404/D.IQ-YPUQ/XII/2025, pimpinan dayah menjelaskan bahwa kondisi di sejumlah wilayah Aceh masih belum stabil akibat kelangkaan bahan pangan, pemadaman listrik berkepanjangan, serta terganggunya akses transportasi.
Santri yang keluarganya terdampak musibah dipersilakan menetap di asrama tanpa dikenakan biaya apa pun.
“Tidak ada biaya apa pun yang dibebankan kepada santri yang memilih menetap. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, nyaman, dan terjaga selama masa darurat ini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda Aceh. “Semoga Allah memberikan kita kesabaran dan ketegaran dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Sementara itu, santri lainnya diharapkan kembali pada 22 Desember 2025 untuk mengikuti persiapan ujian semester. Ujian dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember 2025 s.d 3 Januari 2026, dan kegiatan belajar mengajar semester genap akan dimulai kembali pada 5 Januari 2026.
Selain membantu santri atau internal dayah, Dayah IQ juga membuka penggalangan dana bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp 21.285.000, berasal dari dewan guru, wali santri, dan para muhsinin. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sejumlah daerah terdampak parah.
“Ini adalah bentuk solidaritas kita bersama. InsyaAllah, seluruh amanah dari para donatur sudah kami serahkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Ustaz Muzakkir. []





