
Banda Aceh – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Wadokai Karate-Do Indonesia, Prof Edi Slamet Irianto resmi melantik Pengurus Provinsi Aceh Wadokai Karate-Do Indonesia periode 2025-2029 yang dipimpin Hasballah. Pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (16/7) malam.
Usai dilantik, Ketua Umum Pengprov Wadokai Aceh Hasballah menegaskan kepengurusan baru telah menyiapkan empat pilar utama sebagai arah program kerja selama satu periode ke depan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi karate di Tanah Rencong.
Pilar pertama adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi dengan mengedepankan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Pilar kedua, membangun kerja sama lintas perguruan serta lintas kelembagaan guna memperluas kolaborasi dalam pembinaan olahraga karate di Aceh.
“Pilar ketiga adalah penguatan potensi dan pengembangan pengurus cabang Wadokai di seluruh kabupaten/kota di Aceh agar organisasi semakin berkembang dan pembinaan atlet dapat berjalan merata,” kata Hasballah.
Selain itu, kepengurusan baru juga akan memprioritaskan pembinaan berjenjang bagi atlet dan pelatih. Menurut Hasballah, saat ini jumlah atlet yang aktif berlatih di Banda Aceh dan Aceh Besar telah mencapai sekitar 300 orang.
“Alhamdulillah, di Banda Aceh dan Aceh Besar saja atlet yang sedang berlatih ada sekitar 300 atlet. Insyaallah jumlah ini akan terus bertambah setelah adanya pelantikan kepengurusan yang baru,” ujarnya.
Pilar keempat, lanjut Hasballah, adalah meningkatkan partisipasi atlet Aceh pada berbagai kejuaraan tingkat nasional. Ia berharap PB Wadokai Karate-Do Indonesia dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar kepada atlet-atlet asal Aceh.
“Kami juga memohon kepada Bapak Ketua Umum agar atlet-atlet kami dari Aceh dapat terus diperhatikan sehingga memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Hasballah menegaskan keberhasilan sebuah organisasi tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Sebuah kepengurusan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi dan kolaborasi. Karena itu kami memohon bimbingan penuh dari Pemerintah Aceh dan seluruh stakeholder agar bersama-sama membina olahraga karate. Insyaallah Aceh akan semakin berjaya ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Wadokai Karate-Do Indonesia Prof Edi Slamet Irianto berharap kepengurusan baru mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memiliki karakter yang kuat.
“Tugas pengurus baru adalah mendidik atlet-atlet dan melahirkan atlet yang berprestasi. Namun bukan hanya menjadi juara, mereka juga harus memiliki kepribadian yang baik serta mampu menciptakan kedamaian di lingkungan masing-masing,” kata Edi. []





