
Banda Aceh – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh membangun sebanyak 11 sumur bor di sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Aceh. Program penyediaan air bersih tersebut menyasar daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses infrastruktur dasar.
Tak berhenti di situ, PSI Aceh memastikan pembangunan sumur bor akan terus dilanjutkan. Puluhan titik baru direncanakan menyusul di beberapa kabupaten lain yang terdampak bencana alam.
Program kemanusiaan ini menjadi bagian dari agenda PSI di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, dengan fokus pada kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketua DPW PSI Aceh, Zulkarnaini Syeh Joel, mengatakan bahwa belasan sumur bor tersebut telah dibangun di tiga kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Bireuen.
“Total sudah 11 sumur bor yang kita bangun. Lokasinya berada di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Bireuen,” ujar Syeh Joel dalam keterangannya, Rabu (4/2).
Menurutnya, program air bersih ini merupakan bentuk kehadiran PSI di tengah masyarakat, terutama dalam menjawab kebutuhan dasar warga pascabencana. Akses terhadap air bersih dinilai menjadi persoalan krusial yang kerap dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.
Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, dalam sepekan terakhir nama PSI juga ramai diperbincangkan di ruang digital Aceh. Sejumlah akun warganet tampak aktif membagikan unggahan bernuansa positif terkait PSI dan aktivitas kemanusiaan yang dijalankan.
Menariknya, sebagian konten yang beredar tidak secara langsung menampilkan atribut atau simbol resmi partai. Sebaliknya, unggahan tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyajiannya.
Fenomena ini pun menarik perhatian publik dan menjadi bahan diskusi di kalangan masyarakat Aceh, khususnya di media sosial.
Syeh Joel menegaskan, PSI Aceh berkomitmen untuk terus mendorong program-program konkret yang berdampak langsung bagi rakyat, sejalan dengan semangat PSI sebagai partai anak muda yang mengedepankan politik gagasan dan kerja nyata. []





