
Banda Aceh – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Yudisium Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025 di Aula Gedung SBSN, Kamis (25/9/2025).
Yudisium tersebut dirangkai dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh dosen Prodi Sejarah Kebudayaan Islam, Reza Idria. Dalam paparannya, ia mengangkat tema “Politik Ingatan dan Sejarah dalam Hubungan Aceh-Salem”.
Lulusan doktoral dari Harvard University ini menjelaskan, hubungan Aceh dengan Salem, Massachusetts, Amerika Serikat, sudah terjalin sejak 1654 lewat perdagangan lada.
Relasi dagang ini mencapai masa keemasan pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, menjadikan Salem sebagai salah satu pelabuhan penting dalam jaringan perdagangan global.
Namun sejarah juga mencatat ketegangan. Pada 1831, kapal Friendship milik Salem dibajak di perairan Kuala Batee, Aceh Barat Daya. Setahun kemudian, Amerika Serikat mengirim ekspedisi militer USS Potomac sebagai balasan. Meski sempat memicu konflik, hubungan dagang tetap berlanjut.
Menariknya, pada 1836 seorang pedagang bernama George Peabody merancang segel Kota Salem yang menampilkan figur asal Aceh, diduga Po Adam, mitra dagang setempat.
“Simbol ini menunjukkan bagaimana Aceh pernah hadir dalam identitas publik Salem,” tutur Reza.
Dua abad kemudian, simbol itu kembali diperdebatkan. Warga Salem memprotes penggunaan segel karena dianggap menyimpan stereotipe kolonial. Pemerintah kota lalu membentuk City Seal Task Force (CSTF) untuk meninjau ulang penggunaannya.
Antropolog Aceh ini menilai kontroversi tersebut mencerminkan bahwa hubungan Salem–Aceh bukan sekadar sejarah perdagangan.
“Ini adalah soal politik ingatan, diplomasi budaya, dan bagaimana identitas global terbentuk dan dinegosiasikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa belajar dari kondisi terkini di Salem menunjukkan bahwa sejarah dan persepsi terhadapnya juga sangat ditentukan oleh politik ingatan.
“Tugas akademis adalah merawat sejarah seobjektif mungkin dengan kajian berimbang dan menjaga agar fakta-fakta masa lalu tidak gunakan hanya sekadar endorsement bagi kepentingan politik,” tegasnya. []





