News

DKP Aceh Raup Rp1,65 Miliar dari Sewa Lahan

Banda Aceh – Pemerintah Aceh berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja melalui optimalisasi aset daerah, salah satunya di sektor kelautan dan perikanan. Upaya itu diwujudkan lewat penyewaan lahan di Komplek Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Banda Aceh.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mencatat pemasukan dari tiga kontrak sewa lahan mencapai lebih dari Rp1,65 miliar yang telah masuk ke kas daerah. Penerimaan ini berasal dari tiga perusahaan swasta yang bergerak di bidang cold storage dan pabrik es.

“Tambahan penerimaan PAD tersebut mencapai Rp1.654.611.705, berasal dari pembayaran sewa lahan oleh tiga perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri cold storage dan pabrik es,” kata sumber dari DKP Aceh, Kamis (25/9/2025).

Penandatanganan perjanjian sewa lahan ini difasilitasi melalui tiga surat persetujuan Barang Milik Aceh (BMA) yang ditandatangani Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, pada 10 Juli 2025.

Ketiga perusahaan itu adalah PT Matahari Tetap Perkasa, PT Es Muda Perkasa, dan PT Aceh Lampulo Jaya Bahari, yang menyewa lahan selama lima tahun dengan opsi perpanjangan.

Seluruh pembayaran dilakukan sekaligus sebelum kontrak ditandatangani melalui rekening resmi DKP Aceh.

Kepala DKP Aceh, Aliman menjelaskan pihaknya melakukan penyesuaian harga sewa agar ideal dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Hal ini penting untuk menciptakan kenyamanan berusaha sekaligus mendukung iklim investasi di Aceh,” ujar Aliman dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

Aliman optimistis kontribusi swasta akan memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan Aceh. “Kami yakin dengan pengalaman serta manajemen perusahaan, tantangan pasar seperti fluktuasi harga maupun produksi dapat diatasi,” ujarnya.

Dengan masuknya investor baru, Aliman menegaskan komitmen pengelolaan aset yang transparan dan produktif.

“Optimalisasi aset daerah tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat peran sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang utama pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button