
Banda Aceh – SMA Negeri 3 Banda Aceh sukses menggelar In House Training (IHT) pada 11-13 Juni 2025 dengan tema “Guru Berdaya, Pendidikan Jaya: Penguatan Kompetensi Guru di Era Digital”.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Sejumlah guru berkompeten dari SMA Negeri 3 Banda Aceh menjadi narasumber dalam pelatihan ini. Oesea Sativa membahas strategi pembelajaran yang efektif, inovatif, menyenangkan, dan berbasis digital, memberikan wawasan baru bagi guru dalam menciptakan kelas interaktif.
Sementara itu, Mahdaniar mengulas penyusunan dan pengembangan asesmen setara AKM dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, membantu guru dalam merancang evaluasi yang lebih akurat dan adaptif.
Dalam aspek pendidikan karakter, Eka Fitriana memperkenalkan konsep Remagogi: pendidikan pendewasaan remaja, yang menitikberatkan pada pembinaan moral dan psikologi peserta didik.
Sementara itu, Laila Zahara menyampaikan materi tentang membangun kolaborasi antara guru dan murid, menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan produktif.
Ketua Panitia IHT, Ruhul Mukhlisa menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi para guru untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin memberikan wawasan dan pelatihan yang relevan bagi para guru, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Ruhul dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Banda Aceh, Muhibbul Khibri mengapresiasi antusiasme para guru dalam mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, era digital mengharuskan guru berinovasi dalam metode pengajaran.
Dengan IHT ini, Muhibbul berharap guru-guru semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Dia menyebutkan bahwa SMAN 3 Banda Aceh terus berupaya mengembangkan kompetensi guru, inovasi dan strategi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
SMAN 3 Banda Aceh, tambah Muhibbul, juga terpanggil untuk menerapkan pembelajaran deep learning dalam konteks pendidikan.
“Sehingga guru SMA 3 mampu menekankan pemahaman mendalam dan penguatan kompetensi bagi guru sehingga proses belajar akan melibatkan siswa secara aktif, dan diharapkan siswa mudah memahami konsep dalam berbagai situasi pembelajaran,” tuturnya.
Dengan adanya IHT ini, diharapkan SMA Negeri 3 Banda Aceh dapat terus melahirkan tenaga pendidik yang inovatif dan adaptif, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa kini. []





