NewsPolitik

Panen Raya di Aceh Besar, HKTI Sebut Produksi Beras Surplus 253 Ribu Ton

Dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid

Aceh Besar – Ketua Harian I Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP., M.A.P menghadiri kegiatan panen raya bersama petani di Desa Puuk, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/4).

Kegiatan panen raya tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan antara petani, pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta sejumlah tokoh yang turut hadir. Salah satunya adalah anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid.

Panen raya ditandai dengan prosesi pemotongan padi secara simbolis oleh Bachtiar Utomo bersama para tamu undangan dan petani setempat. Para peserta tampak turun langsung ke sawah, memanen padi yang telah menguning sebagai simbol keberhasilan musim tanam.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar Utomo menyampaikan capaian produksi pertanian di Aceh yang dinilai cukup menggembirakan. Ia menyebut, produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Aceh pada tahun 2025 mencapai sekitar 1,6 juta ton.

“Dari jumlah tersebut, jika dikonversi menjadi beras setara mencapai sekitar 930 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Aceh berada di angka 677 ribu ton, sehingga terdapat surplus sekitar 253 ribu ton,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam menjaga ketahanan pangan, bahkan berpeluang menjadi daerah penopang kebutuhan beras di wilayah lain.

Selain itu, kegiatan panen raya ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Para petani yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap dukungan terhadap sektor pertanian, baik dari segi infrastruktur, teknologi, maupun akses pasar, terus ditingkatkan agar hasil produksi semakin optimal.

Kegiatan ditutup dengan dialog singkat antara para petani dan para pemangku kebijakan yang hadir, membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan sektor pertanian di Aceh. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button