News

Pertamina Dukung Penghijauan Bukit Sibea-Bea, Salurkan 3.000 Bibit Pinus

Samosir – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyalurkan bantuan berupa satu unit kapal pembersih eceng gondok dan 3.000 bibit pohon pinus untuk mendukung pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba selaku pengelola kawasan Bukit Sibea-Bea. Penyerahan bantuan sekaligus peresmiannya berlangsung di Bukit Sibea-Bea, Jumat (30/10).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Harian, Kanit Intel Polsek Harian Boho, Plt Danramil 04/Harian Boho, Kepala Desa Turpuk Sihotang, Kepala Desa Janji Martahan, Kepala Pengawas Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, serta siswa-siswi SD Negeri 1 Turpuk Limbong dan SMP Negeri 1 Harian.

Bantuan kapal pembersih diharapkan dapat mendukung upaya membersihkan perairan Danau Toba dari eceng gondok. Sementara itu, ribuan bibit pinus akan ditanam di sekitar kawasan Bukit Sibea-Bea untuk memperkuat penghijauan dan menjaga kelestarian alam.

Bukit Sibea-Bea selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi yang juga menawarkan keindahan alam Danau Toba. Karena itu, upaya menjaga kebersihan perairan dan kelestarian kawasan sekitarnya menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya tarik wisata tersebut.

Camat Harian, Hartopo MH Manik, mengapresiasi kepedulian Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui bantuan yang disalurkan bersama Yayasan Jadilah Terang Danau Toba.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan Pertamina. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk melestarikan lingkungan, sekaligus upaya menjaga keindahan Danau Toba sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Sumatera Utara,” kata Hartopo, Sabtu (31/10).

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat Kecamatan Harian, baik dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon maupun menyediakan sarana untuk menjaga kebersihan dan keindahan Danau Toba.

Sementara itu, Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan bantuan kapal pembersih diberikan untuk mendukung penanganan eceng gondok yang banyak tumbuh di perairan Danau Toba.

Melalui kapal tersebut, kegiatan pembersihan diharapkan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Eceng gondok yang dikumpulkan selanjutnya diolah menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman di sekitar Bukit Sibea-Bea.

“Pupuk ini kemudian juga digunakan untuk bibit pohon pinus yang diberikan Pertamina kepada yayasan untuk ditanam di sekitar area Bukit Sibea-Bea, demi menjaga kelestarian alam dan penghijauan di sekitar Danau Toba,” ujar Silvani.

Kepala Pengawas Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, Armend Situmorang, mengatakan bantuan tersebut akan memperkuat keberlanjutan program pelestarian lingkungan yang dijalankan yayasan bersama pemerintah.

Dia menyebutkan, kapal bantuan Pertamina dapat dimanfaatkan untuk mengangkut sekitar 2 hingga 5 ton eceng gondok. Tanaman air tersebut kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk tanaman di kawasan Bukit Sibea-Bea.

“Melalui kapal yang diberikan, kami dapat membersihkan 2 hingga 5 ton eceng gondok untuk kemudian diolah menjadi pupuk bagi tanaman di sekitar kawasan Bukit Sibea-Bea. Tidak memakan waktu lama, dalam kurun waktu satu bulan, eceng gondok sudah berubah menjadi pupuk dan siap digunakan. Hal ini kemudian juga membantu mengurangi biaya operasional,” terang Armend.

Melalui program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berupaya mendorong inovasi pelestarian lingkungan berbasis potensi lokal sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta tujuan ke-14 tentang Ekosistem Laut.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran perairan, menjaga keindahan Danau Toba, memperluas penghijauan di kawasan Bukit Sibea-Bea, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button