News

Bella Salsabila Buktikan Mahasiswa Disabilitas Bisa Tembus Industri Film Nasional

Banda Aceh – Bella Salsabila, mahasiswa penyandang disabilitas Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, mendapat kesempatan berkiprah di industri perfilman nasional.

Mahasiswa semester enam Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) itu terpilih menjadi salah satu pemeran film layar lebar Istimewa.

Film Istimewa dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 17 September 2026. Dalam film tersebut, Bella beradu akting dengan sejumlah aktor senior Indonesia, di antaranya Mathias Muchus dan Agus Kuncoro.

Keterlibatan Bella dalam produksi film nasional menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berprestasi, termasuk di industri kreatif.

Film Istimewa mengangkat tema kemanusiaan, kesetaraan, dan inklusi. Film ini sekaligus memberikan ruang representasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di layar lebar.

Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UIN Ar-Raniry, Harri Santoso, MEd, mengatakan pencapaian Bella menunjukkan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dalam membuka peluang bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi.

“Ini adalah pembuktian bahwa ketika aksesibilitas dan kesempatan diberikan secara adil, mahasiswa disabilitas mampu menembus batas-batas yang selama ini dianggap mustahil. Kami di ULD berkomitmen memastikan setiap mahasiswa disabilitas memperoleh hak dan ruang yang sama untuk berkembang serta mengukir prestasi,” ujar Harri, Selasa (18/8).

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry, Dr Nashriyah, menilai keberhasilan Bella dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah hambatan, melainkan bagian dari keragaman potensi yang perlu diberi ruang untuk tumbuh. Kesempatan yang setara akan melahirkan lebih banyak talenta yang mampu berkiprah di tingkat nasional,” katanya.

Keberhasilan Bella juga menjadi bagian dari komitmen UIN Ar-Raniry dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Melalui ULD dan berbagai kebijakan pendukung, kampus terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang ramah, setara, serta memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuannya.

Komitmen tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Bagi UIN Ar-Raniry, kiprah Bella di film Istimewa bukan hanya menjadi prestasi individu. Pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan inklusif dapat membuka jalan bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk berkarya, berkontribusi, dan bersaing di tingkat nasional. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button