News

Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Aceh Hidupkan Lagi Tradisi Rateb Aneuk

Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar lomba Rateb Aneuk dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, termasuk peserta nonmuslim.

Lomba tersebut digelar pada Senin (10/8) di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Aceh. Kegiatan diselenggarakan Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Aceh.

Rateb Aneuk merupakan tradisi masyarakat Aceh berupa untaian kata-kata indah atau syair yang dilantunkan untuk mengantar anak tidur. Tradisi ini dahulu menjadi bagian dari kehidupan keluarga masyarakat Aceh, sekaligus menjadi sarana orang tua menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan kepada anak.

Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Aceh, Dr H Zulfikar SAg MAg, mengatakan lomba tersebut bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, Rateb Aneuk memiliki pesan sosial, budaya, dan kebangsaan yang penting untuk kembali dihidupkan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin membangkitkan kembali tradisi lama yang sesungguhnya memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat. Dahulu, melalui Rateb Aneuk, orang tua membangun ikatan yang dekat dengan anak,” ujar Zulfikar.

Ia mengatakan pesan-pesan kehidupan yang disampaikan melalui syair saat menidurkan anak merupakan bagian dari pendidikan keluarga yang kini semakin jarang dilakukan.

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, turut mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Ia menilai perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan keluarga membuat interaksi langsung antara orang tua dan anak semakin berkurang.

Karena itu, menurut Azhari, tradisi lokal yang sarat dengan nilai pendidikan dan kasih sayang perlu kembali dikenalkan, terutama kepada generasi muda.

Selain menjadi upaya pelestarian budaya Aceh, Azhari menilai Rateb Aneuk juga mengandung pesan penting mengenai kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak.

“Pengasuhan anak bukan semata-mata tanggung jawab ibu. Ayah dan ibu memiliki peran yang sama penting dalam memberikan perhatian, pendidikan, kasih sayang, dan keteladanan kepada anak,” katanya.

Ia menegaskan keterlibatan peserta laki-laki dalam lomba tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan pentingnya berbagi peran dalam keluarga.

“Keikutsertaan peserta laki-laki dalam lomba ini untuk menegaskan pentingnya berbagi peran laki-laki dan perempuan dalam membangun keluarga, termasuk dalam pengasuhan anak,” tegasnya.

Azhari berharap pembagian peran yang lebih seimbang dapat memperkuat komunikasi antara suami dan istri sehingga tercipta keluarga yang lebih harmonis. Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat.

Wujud Moderasi Beragama

Dalam kegiatan tersebut, ASN nonmuslim juga ikut ambil bagian. Azhari menyebut keterlibatan mereka sebagai salah satu wujud nyata moderasi beragama di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh.

Menurutnya, perbedaan latar belakang agama tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, menghargai tradisi dan budaya lokal, serta memperkuat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

“Kebersamaan dalam kegiatan budaya menjadi ruang untuk memperkuat moderasi beragama dan membangun kehidupan yang rukun di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi budaya dapat menjadi ruang bersama yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Dalam konteks itu, Rateb Aneuk tidak hanya menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Aceh, tetapi juga menjadi sarana memperkuat toleransi dan persatuan, baik dalam kehidupan berkeluarga maupun berbangsa. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button