
Aceh Utara – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melaksanakan kunjungan lapangan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Dukungan Penguatan Pembinaan Teritorial (Binter) pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Aceh, khususnya Blok B yang dikelola KKKS Pema Global Energi (PGE).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional hulu migas di Aceh.
Monev yang berlangsung di Banda Aceh tersebut dihadiri Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Paban VII/Kermater Sterad Kolonel Inf. Hipni Maulana Farhan, S.Sos., Aster Kasdam Iskandar Muda Kolonel Inf. Riyandi, Relation Manager & Security Medco EP Malaka Maulidar, External Relation Manager PGE Willya Retnosari, Kasrem 001/Lilawangsa Letkol Inf. Novi Widyanto, Dandim Aceh Timur Letkol Inf. Fiska Bagus Tri Sunaryanto, Dandim Aceh Utara Letkol Inf. Faisal, serta Danyonif 111/KB Letkol Inf. Arlino Junaiman Zai.
Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan mengatakan, monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan serta kelancaran kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Aceh.
“Monitoring dan evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai efektivitas pelaksanaan dukungan pembinaan teritorial, tetapi juga mengidentifikasi capaian, kendala, dan peluang perbaikan agar program berjalan sesuai sasaran,” ujar Edy.
Menurutnya, sinergi yang terjalin antara BPMA, TNI AD, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah operasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menjamin keberlanjutan kegiatan hulu migas sebagai objek vital nasional.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Paban VII/Kermater Sterad Kolonel Inf. Hipni Maulana Farhan mengapresiasi komitmen seluruh pihak, khususnya BPMA dan TNI AD, yang terus memperkuat kerja sama dalam mendukung pembinaan teritorial di wilayah kerja migas Aceh.
Menurut Hipni, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi forum strategis untuk menilai implementasi PKS antara TNI AD dan BPMA, sekaligus mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, khususnya dalam mendukung program Asta Cita Presiden yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” katanya.
Ia juga mendorong seluruh pihak agar terbuka menyampaikan berbagai hambatan yang dihadapi di lapangan sehingga dapat ditemukan solusi terbaik guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas ke depan.
Di sisi lain, External Relation Manager Pema Global Energi (PGE), Willya Retnosari, menegaskan bahwa sinergi antara BPMA, TNI AD, dan PGE merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim operasi hulu migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Wilayah Kerja B.
“Melalui kunjungan lapangan serta monitoring dan evaluasi ini, seluruh pihak dapat melihat langsung kondisi operasional sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pengamanan objek vital nasional,” ujar Willya.
Ia menambahkan, PGE meyakini kolaborasi yang solid antara regulator, aparat keamanan, dan KKKS akan semakin meningkatkan keandalan operasi sehingga produksi migas dapat berjalan optimal, sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional dan pembangunan ekonomi Aceh.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, BPMA, TNI AD, dan PGE berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga operasi hulu migas di Aceh berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. []





