NewsOlahraga

Kejati Aceh Gandeng NPCI Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Lewat Program JAGAIN

Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memperkuat sinergi dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Aceh untuk mendukung pembinaan olahraga penyandang disabilitas. Kolaborasi itu dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kejati Aceh, Senin (29/6).

Audiensi dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Yudi Triadi, S.H., M.H. Turut mendampingi Wakil Kepala Kejati Aceh Dr. Erry Pudyanto Marwantono, S.H., M.H., serta Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Aceh Ali Rasab Lubis, S.H.

Sementara itu, rombongan NPCI Aceh dipimpin Ketua NPCI Aceh Zulfajri. Ia didampingi Sekretaris NPCI Aceh Nasrullah, S.Pd., staf administrasi Sadra Fahmi, dan pengurus sekaligus fisioterapis atlet NPCI Aceh Maidatul Akmal, Ftr.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan membahas penguatan kerja sama antara Kejati Aceh dan NPCI Aceh dalam mendukung pembinaan, pemberdayaan, serta peningkatan prestasi atlet penyandang disabilitas di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Kajati Aceh menegaskan Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga berkomitmen mendukung pembangunan yang inklusif, termasuk bagi organisasi penyandang disabilitas.

“Kejaksaan Tinggi Aceh menyambut baik terjalinnya komunikasi dan kolaborasi dengan NPCI Aceh. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat pembinaan atlet penyandang disabilitas sekaligus mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan prestasi. Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yudi Triadi.

Pada audiensi tersebut, Yudi juga memperkenalkan Program JAGAIN (Jaksa Garda Inklusi), sebuah sistem monitoring digital terpadu yang diinisiasi Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat tata kelola organisasi penyandang disabilitas melalui pembinaan, pendampingan, monitoring, dan pengawasan berbasis digital.

Melalui implementasi Program JAGAIN, Kejaksaan berupaya memastikan pengelolaan organisasi penyandang disabilitas, termasuk NPCI, berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good governance). Program itu juga diharapkan meningkatkan efektivitas pembinaan organisasi sehingga berdampak pada peningkatan kualitas layanan, tata kelola kelembagaan, dan prestasi atlet penyandang disabilitas.

Kasi Penkum Kejati Aceh Ali Rasab Lubis mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya Kejati Aceh membangun komunikasi yang konstruktif sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi penyandang disabilitas.

“Kejaksaan Tinggi Aceh senantiasa membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam mendukung organisasi penyandang disabilitas agar semakin profesional, transparan, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional. Melalui Program JAGAIN, kami berharap pembinaan terhadap organisasi penyandang disabilitas dapat berjalan lebih optimal dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, keterbukaan, dan tata kelola yang baik,” ujar Ali Rasab Lubis.

Ketua NPCI Aceh Zulfajri mengapresiasi sambutan Kejati Aceh. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi NPCI Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memajukan olahraga disabilitas di Aceh.

Audiensi itu diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara Kejati Aceh dan NPCI Aceh dalam mewujudkan ekosistem olahraga disabilitas yang inklusif, berprestasi, berintegritas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dan mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button