
Sabang – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan Rupiah melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Kegiatan tersebut resmi dilepas dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Sabang, Kamis (18/6).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan ekspedisi ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, sesuai kebutuhan masyarakat, serta dalam kondisi layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
“Bank Indonesia memiliki amanat untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia sekaligus menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat. Melalui layanan kas keliling 3T, masyarakat dapat menukarkan uang lusuh, cacat, rusak, dan tidak layak edar dengan uang Rupiah yang layak edar,” kata Hertha dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Menurut Hertha, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi uang Rupiah. Karena itu, kolaborasi dengan TNI AL menjadi faktor penting agar layanan kas dapat menjangkau pulau-pulau yang sulit diakses.
“TNI AL memiliki armada yang mampu menjangkau wilayah kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Sinergi ini sangat penting untuk mendukung distribusi Rupiah hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujarnya.
Hertha menegaskan, kerja sama tersebut juga menjadi bentuk penguatan kedaulatan bangsa. Jika TNI AL menjaga kedaulatan wilayah melalui pertahanan negara, maka Bank Indonesia menjaga kedaulatan bangsa melalui Rupiah.
Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bagian dari semangat “Bela Negara Tanpa Senjata”.
“Melalui penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi dan bukan mata uang asing, kita turut menjaga kedaulatan bangsa,” jelasnya.
Program ERB merupakan hasil sinergi panjang BI dan TNI AL yang telah berlangsung sejak 2012. Hingga kini, kedua institusi telah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling 3T dan menjangkau 766 pulau terpencil di Indonesia.
Pada 2026, BI dan TNI AL menargetkan pelaksanaan 19 kegiatan kas keliling 3T di 19 provinsi dengan cakupan 97 pulau.
Khusus di Aceh, ekspedisi yang dilepas dari Sabang merupakan kegiatan ke-10 sepanjang tahun ini. Kegiatan berlangsung pada 18-24 Juni 2026 dengan menjangkau lima wilayah kepulauan, yakni Pulau Weh (Sabang), Pulau Breuh dan Pulau Nasi (Aceh Besar), Kepulauan Simeulue, serta Kepulauan Banyak (Aceh Singkil).
Tim ekspedisi menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Tuna-876 untuk mendistribusikan layanan kas keliling sekaligus memenuhi kebutuhan uang layak edar masyarakat di wilayah tersebut.
Hertha menyebutkan, pada pelaksanaan tahun ini Bank Indonesia meningkatkan persediaan uang Rupiah layak edar sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
“Kami berharap kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Aceh dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam mendukung aktivitas ekonomi maupun memperkuat kedaulatan bangsa,” katanya.
BI juga menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program tersebut.
Turut hadir dalam pelepasan ERB 2026 antara lain Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Beny Okta Tutuarima, Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin.
Kemudian, Komandan KRI Tuna-876 Letkol Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo, perwakilan Mabes TNI AL, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Kota Sabang. []





