
Aceh Barat – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat, Dr. Husensah, M.Pd., resmi menutup kegiatan Daurah Tajwid dan Bahasa Arab yang digelar di Masjid Agung Baitul Ma’mur, Senin (16/3) sore, bertepatan dengan momentum menjelang buka puasa malam 27 Ramadhan 1447 H.
Dalam sambutannya, Husensah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan dukungan penuh dari DSI Aceh Barat, baik secara moril maupun materil, terhadap program keagamaan yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat.
“Daurah Ramadhan ini kita apresiasi dan Dinas Syariat Islam sangat mendukungnya. Ke depan, kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di luar Ramadhan,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Imum Chik Masjid Agung Baitul Ma’mur, Waled H. Saifuddin Yahya. Ia mengaku terharu melihat antusiasme peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru, imam masjid, akademisi, pelajar hingga masyarakat umum.
“Kami merasa bangga karena daurah ini diikuti banyak kalangan. Ini menunjukkan semangat belajar agama di tengah masyarakat masih sangat tinggi,” kata Waled.
Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Bustanul ‘Arifin Desa Lapang itu juga berharap ke depan setiap desa memiliki minimal satu guru tajwid Al-Qur’an yang mendapatkan perhatian dan insentif dari pemerintah. Menurutnya, para guru tersebut perlu diseleksi dan dibina secara berkala di Masjid Agung.
“Dengan begitu, kita bisa mentajwidkan masyarakat dan memasyarakatkan tajwid,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta terbaik, Tgk. H. Muhammad Arifin Idris atau yang akrab disapa Abu Cek, menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti daurah. Ia menyebut pengalaman belajar selama sembilan hari terasa seperti menempuh pendidikan selama bertahun-tahun.
“Sembilan hari mengikuti daurah ini seperti menuntut ilmu sembilan tahun. Metode yang digunakan sangat praktis dan cepat dipahami,” ungkapnya.
Abu Cek juga mendorong pemerintah daerah agar program ini dapat berlanjut secara berkala, baik bulanan, triwulanan, maupun minimal tahunan. Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting bagi generasi muda, masyarakat umum, serta para imam masjid, termasuk di wilayah terpencil.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung perluasan program melalui organisasi PERTI yang telah memiliki kepengurusan di setiap kecamatan di Aceh Barat.
Daurah Ramadhan ini diselenggarakan oleh Remaja Masjid Agung Meulaboh selama sembilan hari, sejak 8 hingga 16 Maret 2026. Kegiatan tersebut menggabungkan dua program utama, yakni Daurah Tajwid Al-Qur’an yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan Daurah Bahasa Arab Praktis pada pukul 14.30–15.30 WIB.
Adapun pemateri yang dihadirkan adalah Direktur Tahfidz Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh, Ust. Muhammad Yasin Jumadi, Lc., serta Waled H. Saifuddin Yahya selaku Imum Chik Masjid Agung Meulaboh. []



