News

Shadiq Berbagi di Pidie Jaya, Bantu Korban Banjir Bangkit Jelang Ramadhan

Pidie Jaya – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, keluarga besar Silaturrahmi Himpunan Alumni Dayah Insan Qurani (SHADIQ) menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (17/2). Desa pesisir ini menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat luapan sungai yang keluar dari jalurnya.

Banjir terjadi setelah debit air meningkat drastis. Sungai yang tak lagi mampu menampung aliran air diperparah oleh tumpukan kayu dan material lain yang menyumbat badan sungai. Aliran air pun membentuk jalur baru dan langsung menghantam permukiman warga.

Di sejumlah titik, tumpukan kayu bahkan melewati rumah-rumah penduduk. Material berukuran besar tersangkut di pekarangan hingga dinding rumah, memperparah kerusakan yang terjadi.

Seorang warga mengisahkan momen paling mencekam saat banjir mencapai puncaknya. Sebagian warga terjebak di dalam rumah selama empat hari empat malam tanpa bantuan memadai.

“Mereka tidak bisa keluar rumah karena arus sangat deras. Ada yang hanya minum satu teguk tutup botol air zamzam untuk bertahan hidup, ada juga yang memakan lauk dengan kertas buku. Apa saja yang bisa dimakan, itu yang mereka makan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menggambarkan betapa berat situasi yang dihadapi masyarakat saat itu. Tidak hanya kehilangan harta benda, warga juga harus berjuang bertahan dalam keterbatasan logistik dan akses bantuan.

Ketua Relawan SHADIQ, T. M Rizal Aiyubi dalam kunjungannya menyerahkan bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, parcel anak-anak, serta perlengkapan ibadah.

Selain itu, SHADIQ juga membawa sejadah ambal shalat dan Al-Qur’an yang disalurkan melalui Komunitas KSB Sedekah Jumat untuk didistribusikan ke mesjid dan mushalla yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan, terlebih menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Warga Desa Pante Geulima berharap pemerintah dapat memfokuskan upaya pemulihan pada sektor sanitasi, penyediaan air bersih, serta perbaikan fasilitas ibadah. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan layak.

Selain itu, warga juga meminta adanya normalisasi sungai dan pembersihan tumpukan kayu di badan sungai guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kami mengucapkan jutaan terima kasih kepada seluruh keluarga besar alumni dayah insan qurani yang telah berkontribusi dan berpartisipasi terhadap kegiatan shadiq berbagi ini semoga Allah membalas kebaikan daripada teman-teman sekalian dengan berlipat-lipat ganda,” ujar Aiyubi.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Insan Qurani, Muzakkir Zulkifli mengapresiasi langkah yang dilakukan SHADIQ. Menurutnya, program ini memiliki nilai strategis karena tidak banyak pihak yang hadir pada fase pasca bencana.

“Shadiq memilih hadir di masa pasca bencana, saat masyarakat masih berjuang untuk bangkit. Ini merupakan pendekatan yang sangat tepat, karena di saat banyak orang mulai melupakan, Shadiq tetap konsisten memberikan dukungan. Kehadiran seperti ini bukan hanya meringankan beban warga, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat mereka untuk melanjutkan kehidupan,” tegasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button