
Banda Aceh – Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Kedai Kopi Barika, Banda Aceh, Sabtu (10/1). Raker ini membahas penguatan sistem digital, peningkatan akuntabilitas keuangan, perluasan jejaring mitra, serta penguatan program respons kemanusiaan, khususnya bagi wilayah terdampak banjir di Aceh.
Rapat kerja tersebut dihadiri pimpinan dan seluruh pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK. Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri yang memimpin raker, menekankan pentingnya memperluas kolaborasi strategis dengan lembaga filantropi nasional guna memperkuat dampak program sosial.
“Kita perlu memperluas mitra kerja sama, khususnya dengan Rumah Amal Salman ITB dan lembaga sejenis lainnya, sekaligus meningkatkan publikasi kegiatan Rumah Amal di media lokal maupun nasional. Kolaborasi ini juga penting untuk memperkuat respon cepat kita terhadap bencana, seperti banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Aceh,” kata Tedy.
Sesi pembukaan raker diisi oleh Wakil Rektor III USK sekaligus Pendiri Rumah Amal Masjid Jamik USK, Prof Mustanir. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap zakat dan infak sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan umat, sekaligus sebagai bentuk dukungan nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam.
Sementara itu, Prof. Heru Fahlevi menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan tata kelola lembaga, terutama dalam aspek digitalisasi dan akuntabilitas keuangan. Menurutnya, audit keuangan berkala menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik.
“Audit keuangan secara berkala sangat penting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat, sekaligus melindungi lembaga dari potensi penyalahgunaan, termasuk promosi judi online, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk penipuan digital,” ujarnya.
Dalam raker tersebut, pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK juga membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan keamanan dan sistem digital, optimalisasi website lembaga, serta perlindungan data keuangan. Selain itu, raker menyoroti pentingnya perluasan kerja sama eksternal untuk memperluas jangkauan dan dampak program sosial dan kemanusiaan.
Penguatan program tanggap dan pemulihan bencana juga menjadi perhatian utama, khususnya bagi daerah terdampak banjir. Program yang dibahas meliputi bantuan darurat, dukungan dapur umum, pemulihan sarana ibadah, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Rumah Amal Masjid Jamik USK juga menegaskan komitmennya terhadap bantuan sosial berkelanjutan, termasuk pembersihan dan perawatan tempat ibadah serta pendampingan masyarakat terdampak.
Rapat Kerja Tahun 2026 ini menegaskan komitmen Rumah Amal Masjid Jamik USK dalam mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam merespons kebutuhan sosial masyarakat secara berkelanjutan. []





