
Pidie Jaya – Kota Banda Aceh gagal mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya.
Gelar yang sebelumnya diraih Banda Aceh pada MTQ ke-36 tahun 2023 di Simeulue itu kini berpindah tangan.
Dalam ajang yang berlangsung selama sepekan tersebut, Kabupaten Aceh Besar tampil gemilang dan keluar sebagai juara umum dengan total nilai 379 poin.
Sementara itu, Kota Banda Aceh harus puas berada di posisi kedua, disusul tuan rumah Kabupaten Pidie Jaya yang menempati peringkat ketiga.
Ajang tersebut ditutup oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah pada Jumat (7/11/2025) malam. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat Aceh terhadap Al-Qur’an.
“MTQ bukan hanya ajang menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sarana untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fadhlullah.
Ia berharap melalui kegiatan MTQ, masyarakat Aceh semakin termotivasi untuk mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
“Kita ingin melahirkan generasi mufassir, qari, qariah, hafizh, dan hafizah terbaik yang mampu berkiprah hingga tingkat internasional,” lanjutnya.
Wagub Aceh juga memberikan apresiasi kepada dewan hakim yang telah bekerja dengan amanah serta seluruh peserta dari kabupaten/kota se-Aceh.
Ia menegaskan pentingnya pembinaan qari dan qariah secara berjenjang mulai dari gampong hingga provinsi, sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Qur’ani Aceh.
“Kepada para juara, kami ucapkan selamat. Teruslah mengembangkan kemampuan dan memperdalam ilmu. Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati, karena kesempatan selalu terbuka di masa mendatang,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, melaporkan bahwa MTQ Aceh ke-37 berlangsung sejak 1 hingga 7 November 2025, dengan 9 cabang lomba dan melibatkan 1.986 orang peserta, pelatih, dan pendamping.
“Menjadi tuan rumah MTQ merupakan kebanggaan bagi masyarakat Pidie Jaya. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Aceh atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan,” ujar Sibral.
Dalam kesempatan itu, juga diumumkan tuan rumah MTQ Aceh ke-38 tahun 2027 mendatang akan diselenggarakan di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Penutupan MTQ turut dihadiri oleh istri Wakil Gubernur Aceh, Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya beserta istri, para bupati/wali kota se-Aceh, alim ulama, Kepala SKPA, serta unsur Forkopimda Pidie Jaya. []





