NewsOpini

Cara Berhaji Tanpa ke Makkah

*Oleh: Nur Salikin, MA.

HAJI itu rukun Islam yang terakhir, dan disyaratkan isthitho’ah (mampu) baik dalam urusan perjalanan, finansial, dan kekuatan jasad (tubuh). Ibarat orang Indonesia “haji itu panggilan Tuhan” : Tidak mesti orang yang mampu terketuk untuk berhaji, dan tidak jarang orang secara dzahir tidak mampu, namun diberangkatkan lewat keajaiban takdir Tuhan. Ada pula yang sudah daftar cukup lama, namun harus menunggu antrian sampai ajal menjemput.

Menurut data terakhir, paling cepat antrean haji 11 tahun, dan paling lama dari Kabupaten Bantaeng 47 tahun. Jika seseorang baru mendaftar umur 25 tahun (ketika ia sudah menikah dan mempunyai penghasilan sendiri), artinya ia akan pergi ke Tanah Haram pada umur 72 tahun.

Hal ini sungguh menjadi penantian berat, karna kesehatan akan semakin memburuk, dan umur tidak pernah ada yang mengetahui batasnya.

Pergi haji, tentunya menjadi impian semua uma Islam, tentunya berdasarkan alasan balasan surga dari Allah Swt., ini tertuang dalam sebuah hadis :
عَنْ جَابِرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ، قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا بِرُّهُ؟ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَطِيبُ الْكَلَامِ وفي رواية لأحمد والبيهقي إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ
Dari sahabat Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah Saw., bersabda : “Haji Mabrur tiada balasan lain kecuali surga.” Lalu sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa (tanda) mabrurnya?” Rasulullah Saw., menjawab : “memberikan makan kepada orang lain dan melontarkan ucapan yang baik.” (HR Ahmad, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).

Ada beberapa hadis lain yang menyatakan hal yang sama dengan redaksi berbeda-beda, ada yang menggunakan istilah balasan pahala, keutamaan berjihad, ampunan seperti ia dilahirkan kembali pada waktu kecil, dan lain-lain. Tentu, subtansinya sama yaitu luas dan besarnya pahala dari Allah Swt.

Bagaimana jika seseorang tidak mampu untuk berhaji, atau tidak mempunyai kesempatan pergi ke tanah suci karna perihal waktu tunggu yang begitu panjang? Dibawah ini merupakan amalan dari Rasulullah Saw., yang sebanding dengan pahal berhaji ke tanah suci.

Cara Pertama, Berdzikir Setelah Shalat Subuh dan Shalat Isyraq 2 Rakaat, hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah Saw., :

عن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من صلى الفجر في جماعة، ثم قعد يذكر الله تعالى حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة
وعمرة تامة تامة تامة (رواه الترمذي)
‏Dari sahabat Anas bin Malik RA.,
‏sesungguhnya Rasulullah Saw., bersabda : “siapa yang malaksanakan shalat subuh berjama’ah, kemudian tetap duduk seraya berdzikir mengingat Allah sampai terbitnya matahari, kemudian (menutup) dengan shalat dua rakaat, maka ia berhak mendapatkan pahala setara dengan pahala satu haji dan umrah secara sempurna.”

Berdasarkan hadis di atas, setiap umat Islam sangat mampu untuk meraih pahala berhaji, dengan menyisihkan waktu setelah melaksanakan shalat subuh berjama’ah di masjid, kemudian ditutup dengan shalat Isyraq dua rakaat. Hal ini masih bisa ditambahkan shalat Qabliyah Subuh 2 rakaat, yang pahalanya sebanding dengan dunia dan seisinya.

‏Cara Kedua, melaksanakan Ibadah Umrah di saat BulanRamadhan
عن عبدالله بن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لامرأة من الأنصارِ يقال لها: أم سنان: إذا جاء رمضان فاعتَمِري؛ فإن عمرةً فيه تعدِلُ حجَّة؛ متفق عليه

Dari sahabat Abdullah bin Abbas RA., sesungguhnya Rasulullah Saw., bersabda kepada salah seorang wanita dari golongan Ansor – namanya Umu Sinan – disabdakan : “ketika datang bulan Ramadhan, pergilah melaksanakan Umrah! karna Umrah pada saat bulan Ramadhan sebanding dengan pahala haji.”

Untuk cara yang kedua ini sedikit berbiaya, namun tidak sebesar cost yang dikeluarkan pada saat melaksanakan haji. Namun, hal ini bisa menjadi obat penghilang rasa kangen ke Baitullah, dikala seseorang sudah rentan (sepuh/ berumur), namun antrian haji masih cukup panjang, atau yang mempunyai problem keterbatasan biaya. []

*Nur Salikin, MA. merupakan Mudir Mahad Aly Jakarta.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button