News

Pertamina Kukuhkan Satgas Lingkungan Sekolah di Padang Pariaman, Ada Bank Sampah

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Lingkungan Sekolah di SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari peresmian program Cadiak Pandai Goes to School yang digagas Pertamina bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar pada Kamis (5/11) itu sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Inovasi Indonesia.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini berfokus pada edukasi dan praktik pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Tujuannya, membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi para siswa.

Peresmian program tersebut dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Rahmat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Ulakan Tapakis, Kepala SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis, serta Direktur Eksekutif PKBI Sumatera Barat.

Turut hadir Wali Nagari dan Wali Korong di lingkup Nagari Ulakan, niniak mamak, tokoh masyarakat, alim ulama, cadiak pandai, kelompok mitra, serta para siswa SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik program tersebut. Asisten I Pemkab Padang Pariaman, Rudi Rahmat, mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk dunia pendidikan.

“Program ini sangat bagus sekali. Sampah sudah menjadi permasalahan semua pihak. Pembelajaran dari dini melalui lingkungan sekolah akan sangat membantu membiasakan anak-anak kita untuk dapat menjaga lingkungan, di antaranya melalui pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata Rudi yang sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Dia berharap program percontohan ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Padang Pariaman.

“Harapan kami, program percontohan ini dapat direplikasikan ke sekolah lainnya di Kabupaten Padang Pariaman,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan program Cadiak Pandai Goes to School telah berjalan sejak Agustus 2026.

Program tersebut merupakan pengembangan dari Si Cadiak, yakni sistem informasi cerdas kelola limbah yang telah dijalankan selama empat tahun.

Menurut Fahrougi, edukasi pengelolaan sampah kepada siswa tidak cukup hanya dengan mengajarkan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Para siswa juga perlu memahami cara mengurangi, memilah, hingga mengolah sampah menjadi barang yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

“Kita tidak ingin anak-anak hanya mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya. Lebih dari itu, kita ingin mereka memahami bagaimana mengurangi dan memilah sampah untuk kemudian mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai,” ujar Fahrougi.

Dia mengatakan, makna Cadiak Pandai tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan akademis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, bertindak bijak, kreatif mencari solusi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Menjadi cadiak bukan sekadar pintar secara akademis, tetapi juga cerdas dalam berpikir, bijak dalam bertindak, kreatif dalam mencari solusi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” lanjutnya.

Mengusung tema “Ubah Sampah Menjadi Peluang melalui Inovasi dan Kreativitas”, program ini dirancang agar pendidikan lingkungan tidak berhenti pada penyampaian teori. Pertamina bersama PKBI Sumatera Barat dan SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis mendorong siswa terlibat langsung melalui pembelajaran, praktik, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai puncak kegiatan peresmian, Pertamina mengukuhkan Satgas Lingkungan Sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran dan kreativitas mereka dalam mengolah sampah.

Fahrougi mengatakan, rangkaian kegiatan juga mencakup peresmian bank sampah dan kebun gizi sekolah sebagai sarana pendukung keberlanjutan edukasi serta praktik pengelolaan lingkungan.

“Sebagai rangkaian program pada hari ini, kita akan melaksanakan aksi bersih lingkungan sekolah, pemilahan dan penimbangan sampah, lomba peragaan busana berbahan bekas, serta pameran karya inovasi pengolahan sampah antarkelas,” jelasnya.

Melalui program TJSL Cadiak Pandai Goes to School, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau berharap dapat terus mendorong inovasi pengelolaan lingkungan sekaligus membudayakan penerapan PHBS di lingkungan pendidikan.

Program ini juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 14 tentang Ekosistem Perairan, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pertamina berharap Cadiak Pandai Goes to School dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, sehat, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button