
Banda Aceh – Kandidat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, angkat bicara menanggapi pemberitaan sejumlah media luar Aceh yang menyudutkan dirinya dengan tudingan menerima suap dalam Kongres PWI Pusat di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Agustus 2025.
Nasir menyebut tudingan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya pembunuhan karakter yang diduga berkaitan dengan kontestasi pemilihan Ketua PWI Aceh.
“Banyak pihak menyarankan tak perlu dilayani karena sudah jelas upaya pembunuhan karakter. Tapi kalau tidak ditanggapi bisa dianggap sebagai kebenaran,” kata Nasir melalui Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal, Kamis (5/11).
Nasir secara khusus membantah tudingan menerima suap yang dikaitkan dengan saldo rekening pribadinya sebesar Rp72 juta. Menurutnya, pemberitaan tersebut tidak disertai bukti transaksi maupun penjelasan mengenai asal-usul dana yang disebut sebagai uang suap.
“Suap tidak berdiri sendiri, tetapi ada pemberi dan penerima. Namun dalam tudingan terhadap saya hanya mengulang-ulang menampilkan rekening pribadi saya dengan memperlihatkan saldo Rp72 juta yang disebut suap. Tak ada data transaksi dari mana sumber dana. Ini sangat keterlaluan. Apa tidak boleh rekening saya memiliki saldo?” ujar Nasir.
Dia meyakini munculnya isu tersebut tidak terlepas dari dinamika menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh. Nasir menduga ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan pencalonannya sehingga berupaya membangun opini negatif terhadap dirinya.
Nasir bahkan menyebut pemberitaan tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik dan fitnah. Dia mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar tersebut.
“Bahwa ini bukan main-main, ini merupakan bentuk pencemaran nama baik dan fitnah terhadap saya sebagaimana diatur pada Pasal 27A UU ITE, Pasal 45 ayat (4) UU ITE, Pasal 433 KUHP dan Pasal 311 tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah, saya tidak akan tinggal diam, dan akan mempertimbangkan memproses tuduhan-tuduhan tanpa dasar ini,” sambung Nasir.
Dia juga mempertanyakan kemunculan isu suap tersebut setelah tim dari PWI Pusat menyelesaikan verifikasi terhadap berbagai laporan terkait kandidat maupun kepanitiaan Konferprov XIII PWI Aceh.
Menurut Nasir, PWI Pusat sebelumnya telah menurunkan tim untuk menelusuri berbagai laporan yang masuk. Namun, berdasarkan hasil verifikasi yang diketahuinya, tidak ada satu pun laporan yang berkaitan dengan dugaan suap.
“PWI Pusat sudah sangat berbaik hati menurunkan tim untuk mencari tahu kebenaran laporan yang disampaikan baik terkait kandidat maupun kepanitiaan Konferprov XIII PWI Aceh. Dari sekian banyak laporan yang diverifikasi tak ada satupun yang terkait isu suap. Kok tiba-tiba isu itu muncul setelah tim PWI Pusat kembali ke Jakarta,” tandas Nasir melalui Jufrizal.
Nasir menyatakan siap mempertanggungjawabkan segala hal yang berkaitan dengan tudingan tersebut. Namun, dia meminta pihak yang menuduhnya menerima suap turut mengungkapkan siapa pemberi uang yang dimaksud.
“Ayo kita buka-bukaan, jangan seperti orang kebakaran jenggot lalu menyeruduk apa saja,” demikian Jufrizal menyampaikan pernyataan Nasir. []





