NewsOlahraga

Dek Gam Sebut Salah Beli Pemain, Traoré Terancam Didepak dari Persiraja

Banda Aceh – Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, mengakui adanya kesalahan dalam perekrutan pemain asing untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Dia memastikan akan melakukan evaluasi dan mengganti pemain asing yang dinilai tidak menunjukkan perkembangan, terutama Djakaridja Traoré.

Dek Gam mengaku kecewa dengan performa Traoré yang dinilai tidak memberikan progres sesuai harapan. Dia menegaskan, pemain tersebut harus dikeluarkan dari skuad Persiraja agar tidak berdampak buruk terhadap tim.

“Tentu saja pemain asing akan kita ganti nanti, terutama Djakaridja Traoré. Saya lihat progresnya nggak ada, ngapain dia di sini. Kita akan ganti dengan yang lebih baik,” kata Dek Gam kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (14/10).

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Persiraja dan masyarakat Aceh atas kesalahan dalam proses perekrutan pemain sebelumnya.

“Kita kemarin kecolongan. Saya selaku Presiden Persiraja memohon maaf kepada pecinta Persiraja, kepada masyarakat Aceh atas kesalahan rekrutmen kemarin,” ujarnya.

Dek Gam menegaskan, kritik yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk membenahi tim berjuluk Laskar Rencong tersebut.

Dia berjanji akan memperbaiki kekurangan yang ada demi membawa Persiraja tampil lebih baik pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Tentu saja saya selaku Presiden Persiraja akan memperbaiki dan akan menjawab kritik-kritik dari masyarakat tersebut agar Persiraja lebih baik lagi,” katanya.

Di sisi lain, Dek Gam menyatakan kepercayaannya kepada pelatih anyar Persiraja, Muhammad Ridwan. Dia berharap kehadiran pelatih baru tersebut mampu membangkitkan motivasi para pemain yang sempat terpuruk setelah menelan empat kekalahan beruntun.

Kepercayaan itu mulai terbayar setelah Persiraja meraih kemenangan 3-1 atas PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/10). Hasil tersebut menjadi tiga poin pertama Persiraja setelah melalui periode sulit pada awal kompetisi.

“Alhamdulillah kita kemarin dapat tiga poin di kandang PSIS Semarang. Yang katanya sebelum bertanding Persiraja sudah kalah duluan dan akan menjadi bulan-bulanan di Semarang,” ucap Dek Gam.

Namun, Persiraja justru mampu membalikkan prediksi tersebut. Dek Gam menyebut kemenangan itu tidak terlepas dari kehendak Allah SWT dan doa masyarakat Aceh yang terus memberikan dukungan kepada tim.

“Ternyata Allah berkehendak lain, doa-doa masyarakat Aceh juga dikabulkan kemarin. Kita menunjukkan bahwa kita bisa memenangkan pertandingan di Semarang kemarin,” tuturnya.

Terkait nasib Traoré, Dek Gam bahkan menegaskan keputusan untuk melepas pemain tersebut bukan lagi sebatas rencana, melainkan sudah menjadi keharusan.

“Djakaridja Traoré memang nggak ini lagi, bukan siap-siap bungkus baju, tapi harus. Kalau siap-siap masih ada harapan untuk diperpanjang. Tapi kalau harus itu kewajiban yang harus kita keluarkan dari tim, agar tim tidak rusak dengan adanya dia,” tegasnya.

Meski demikian, Dek Gam memberikan penilaian berbeda terhadap Martin Chaves Garcia. Pemain asal Uruguay itu dinilai menunjukkan performa positif saat Persiraja menaklukkan PSIS Semarang.

Chaves mencetak satu gol pada menit ke-40 dan turut berkontribusi dalam kemenangan Persiraja. Dia juga dinobatkan sebagai Player of the Match dalam pertandingan tersebut.

Menurut Dek Gam, evaluasi terhadap pemain harus dilakukan secara objektif. Dia menilai persoalan utama dalam perekrutan pemain asing kali ini terletak pada Traoré, bukan Chaves.

“Chaves kita lihat perkembangan dan saya lihat kemarin mainnya bagus. Yang salahkan bukan Chaves, yang salah si Djakaridja. Jadi Djakaridja ini salah beli, saya selaku presiden sangat kecewa dengan dia,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button