News

Santri dan Alumni Dayah IQ Sumbang 26 Poin untuk Aceh di MTQ Nasional XXXI

Aceh Besar – Santri dan alumni Dayah Insan Qur’ani (IQ) Aceh Besar yang menjadi duta Aceh pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tampil gemilang dengan menyumbangkan 26 poin bagi Aceh.

Kontribusi tersebut menjadi bagian dari total 99 poin yang diraih Aceh sekaligus mengantarkan provinsi itu menempati posisi ke-4 nasional pada MTQN XXXI yang resmi berakhir di Semarang, Sabtu (19/9).

Dari sembilan santri dan alumni Dayah Insan Qur’ani yang dipercaya mewakili Aceh, enam berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang yang diperlombakan.

Tiga santriwati, Izza Mushviya, Azka Dara Maulidya, dan Kayyisa Farras, berhasil meraih Juara I Fahmil Qur’an Putri. Sementara itu, Ahmad Al Kindy meraih Juara II Syarhil Qur’an Putra, Zamil Ghifari meraih Juara II Qira’at Murattal Remaja Putra, dan Rahila Syakira meraih Juara Harapan I Tahfiz 5 Juz dan Tilawah Putri.

Hasil tersebut diumumkan oleh dewan hakim pada malam penutupan MTQN XXXI yang berlangsung di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (19/9).

Selain enam peraih juara, dua peserta lainnya dari Dayah Insan Qur’ani juga berhasil menembus 10 besar. Syifa An Najwa menempati peringkat ke-7 pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), sedangkan Faris Dhamira berada di peringkat ke-8 pada cabang Tahfiz 5 Juz dan Tilawah Putra. Ahmad Muzayyinul Asyir juga telah tampil dengan performa terbaik pada cabang Qira’at Murattal Dewasa Putra meskipun belum masuk 10 besar.

Sekretaris Dayah Insan Qur’ani, Dr. H. Alfirdaus Putra, M.H., Senin (21/9) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian para santri dan alumni tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak.

“Alhamdulillah, enam santri kita berhasil meraih juara di MTQ Nasional tahun ini. Ini tentu menjadi kesyukuran besar bagi kita semua. Untuk bisa sampai ke MTQ Nasional saja mereka harus melewati serangkaian seleksi yang panjang, terlebih akhirnya dapat pulang membawa prestasi,” ujarnya.

Ia juga menilai keberhasilan tiga santriwati IQ meraih Juara I Fahmil Qur’an menjadi catatan tersendiri bagi Aceh.

“Alhamdulillah, tahun ini sejarah tersebut berhasil ditorehkan oleh anak-anak kita,” katanya.

Ia menyebutkan, capaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan dayah.

“Prestasi ini bukan hanya milik keluarga besar IQ, tetapi lebih luas merupakan milik seluruh rakyat Aceh,” ungkap Alfirdaus.

Ia berharap pembinaan minat dan bakat santri terus dijaga dan ditingkatkan agar semakin banyak santri yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Terima kasih kepada para ustaz dan ustazah atas dedikasi dalam membina dan mendampingi para santri. Mari kita terus memperkokoh tradisi berkompetisi secara sehat di dayah, sehingga lahir santri-santri yang unggul, memiliki keterampilan, dan siap bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Keluarga besar Dayah Insan Qur’ani turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri dan alumni yang telah berjuang membawa nama Aceh di panggung nasional.

“Terima kasih telah berjuang, memberikan yang terbaik, dan membawa nama Aceh serta Dayah Insan Qur’ani dengan penuh kebanggaan. Kami bangga kepada anak-anak kami semuanya. Semoga setiap perjuangan dan langkah bersama Al-Qur’an menjadi keberkahan dan cahaya dalam kehidupan,” ujar Alfirdaus.

MTQN XXXI Tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Selamat kepada para santri, pembina, pelatih, official, dan seluruh keluarga besar Dayah Insan Qur’ani atas capaian yang telah turut mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button