
Medan – Pertamina Patra Niaga mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara dengan mengoperasikan terminal BBM dan sejumlah SPBU selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi kepada masyarakat tetap terjaga.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan seluruh operasional di Integrated Terminal Medan Group dipastikan berjalan selama 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran, serta Integrated Terminal Lhokseumawe yang juga beroperasi penuh selama sehari semalam.
Menurut Hari, penguatan operasional terminal dilakukan guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU di berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Tak hanya di sisi terminal, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pelayanan di tingkat SPBU. Sejumlah SPBU di wilayah terdampak, khususnya di Kota Medan, kini dioperasikan selama 24 jam agar masyarakat lebih mudah memperoleh BBM.
“Saat ini stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU di wilayah Sumatera Utara,” kata Hari dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).
Selain menambah armada, Pertamina juga memperkuat jumlah Awak Mobil Tangki (AMT) melalui Elnusa Petrofin sebagai mitra transportasi. Penguatan personel dilakukan bekerja sama dengan Bekang TNI guna mendukung kelancaran distribusi BBM.
Hari menegaskan, perusahaan mengoptimalkan seluruh infrastruktur distribusi agar proses penyaluran BBM kembali normal dalam waktu secepat mungkin.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Hari juga menepis adanya informasi mengenai aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki (AMT). Ia memastikan seluruh proses distribusi BBM tetap berjalan sesuai standar operasional perusahaan.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan distribusi dan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Hari.
Saat ini Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, mitra transportasi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan melalui SPBU resmi Pertamina. Sementara itu, informasi terkait produk dan layanan Pertamina dapat diperoleh melalui Pertamina Customer Solution 135. []





