News

Illiza Ajak Kota-Kota Komitmen untuk Percepat Penurunan Emisi

Medan – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak pemerintah kota di seluruh Indonesia memperkuat komitmen untuk mempercepat penurunan emisi sebagai upaya menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Ajakan itu disampaikan Illiza saat menjadi pembicara pada Forum APEKSI Lingkungan Hidup bertema “Dari Komitmen ke Aksi: Tangguh untuk Mempercepat Penurunan Emisi Demi Bumi Lestari” yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Medan, Selasa (30/6).

Dalam paparannya, Illiza menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup bukan lagi tantangan yang akan dihadapi di masa depan, melainkan telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Perubahan iklim tidak lagi sekadar data dalam laporan ilmiah, tetapi kenyataan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur, mengancam ketahanan pangan, bahkan membebani kapasitas fiskal daerah,” kata Illiza.

Menurutnya, kota memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Karena itu, pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai pelaku utama dalam mendorong perubahan.

Illiza juga mengutip Surah Ar-Rum ayat 41 yang mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai amanah. Menurutnya, kerusakan di darat maupun di laut merupakan akibat ulah manusia.

“Sehingga solusi atas permasalahan lingkungan harus dimulai dari perubahan cara membangun, mengelola sumber daya, dan memperlakukan alam,” ujarnya.

Ia menilai Forum Lingkungan Hidup APEKSI menjadi ruang strategis bagi pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta mereplikasi berbagai inovasi yang telah berhasil diterapkan di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Illiza turut membagikan pengalaman Banda Aceh dalam mendorong keterlibatan komunitas dan pemberdayaan perempuan pada pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

“Pengalaman-pengalaman ini menjadi contoh bahwa setiap kota memiliki potensi dan inovasi masing-masing yang dapat saling disebarluaskan untuk memperkuat gerakan kota berkelanjutan di Indonesia,” tutup Illiza. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button