
Banda Aceh – Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) Banda Aceh menggelar kegiatan halalbihalal di Aula Museum Aceh, Banda Aceh, Minggu (5/4).
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan warga Bireuen yang berada di pusat ibu kota provinsi.
Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dan perlu dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, halalbihalal menjadi momentum untuk menjaga kekompakan antarwarga.
“Saya pikir ini sama-sama kompaklah, apalagi kita warga Bireuen di Banda Aceh, supaya ada yang saling memperhatikan. Kegiatan ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum IMKB Banda Aceh, Amiruddin Cut Hasan, menyebut organisasi yang dipimpinnya merupakan wadah untuk mempersatukan masyarakat Bireuen di berbagai wilayah, khususnya Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
Ia menegaskan bahwa kegiatan halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan antaranggota.
“Dalam halalbihalal ini tentunya ingin mempersatukan, ini bentuknya halalbihalal, tapi tujuan utama adalah bagaimana warga Bireuen yang ada di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang ayok kita bersatu, biar kita ketemu, kalau sudah ketemu kan kita saling akrab, kalau ada hal-hal kita bicarakan lah secara bersama-sama secara kekeluargaan,” ujarnya.
Selain mempererat silaturahmi, IMKB juga terus berupaya mendorong program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk optimalisasi rumah singgah.
“Rumah singgah ini sangat penting bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu dari Bireuen pergi berobat di Banda Aceh,” pungkasnya. []





