
Banda Aceh – Sebanyak 96 peserta dinyatakan tidak lulus pada tahap akhir Sidang Penentuan Terakhir (Pantukhir) Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025 di Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM).
Kepastian ini diumumkan secara resmi oleh Kodam IM usai pelaksanaan sidang Pantukhir yang digelar di Resimen Induk Kodam (Rindam) Iskandar Muda, Rabu (9/7/2025) lalu.
Dari total 426 peserta yang mengikuti proses seleksi tingkat akhir, hanya 330 orang yang berhasil lolos dan berhak mengikuti pendidikan pertama. Dengan demikian, 96 peserta harus menerima kenyataan gagal melanjutkan ke tahap pendidikan militer.
Meski begitu, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal mengeklaim bahwa proses seleksi ini dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Proses seleksi ini telah dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kami mencari putra-putra terbaik bangsa, bukan hanya dari sisi fisik dan akademik, tetapi juga dari segi moral, etika, dan semangat pengabdian kepada negara,” kata Niko dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).
Ia menekankan bahwa rekrutmen TNI AD, termasuk seleksi calon bintara, dilakukan secara gratis dan bebas dari pungutan apa pun. Kodam Iskandar Muda berkomitmen mendukung penuh kebijakan pimpinan TNI AD dalam memberantas praktik percaloan dan pungutan liar yang merugikan masyarakat.
“Kami pastikan bahwa tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta maupun keluarga. Jika ada pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta imbalan dalam bentuk apa pun, segera laporkan. Kami akan tindak tegas karena ini mencoreng nama institusi,” tegas Niko Fahrizal.
Lebih lanjut, Pangdam IM menekankan bahwa proses rekrutmen ini tidak semata-mata bertujuan menambah jumlah personel, tetapi lebih dari itu adalah mencetak prajurit TNI AD yang unggul, nasionalis, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Menjadi prajurit bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga soal semangat, loyalitas, dan komitmen terhadap bangsa dan negara. Pendidikan yang akan mereka jalani adalah titik awal dari perjalanan panjang untuk menjadi prajurit sejati,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, jenderal TNI bintang dua ini mengajak seluruh calon bintara yang dinyatakan lulus untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan agar mereka senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan.
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus. Gunakan kesempatan ini untuk mengabdi kepada bangsa dengan tulus. Jadilah prajurit yang membanggakan rakyat dan institusi,” pungkasnya. []





