
Banda Aceh – Polda Aceh menggelar pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah Polri Serentak di halaman Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (13/3).
Kegiatan tersebut diawali dengan zoom meeting yang dipimpin Wakapolri dari Jakarta dan diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah.
Acara di Masjid Baitusshalihin turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., Irwasda Polda Aceh, Ketua DPRA, Pamen Ahli Kodam Iskandar Muda.
Kemudian, Pejabat Utama Polda Aceh, Danlanal Sabang, Kepala Biro Organisasi, SDM dan Hukum Bapanas, Ketua MPU Aceh, Direktur Utama Perum BULOG, Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kapolresta Banda Aceh, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Selain itu, para Kapolres/ta jajaran juga mengikuti kegiatan secara virtual sekaligus melaksanakan pasar murah serupa di wilayah masing-masing.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat.
Menurutnya, melalui bazar atau pasar murah Gerakan Pangan Murah Polri, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Polda Aceh bersama Polres/ta jajaran melaksanakan penyaluran bahan pangan berupa beras SPHP dan minyak goreng kepada masyarakat melalui kegiatan bazar atau pasar murah,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, pada kegiatan yang dipusatkan di halaman Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng tersebut disalurkan sebanyak 5 ton beras SPHP dan 50 liter minyak goreng kepada 500 orang penerima manfaat.
Selain itu, Direktorat Binmas Polda Aceh juga melakukan penyaluran secara mobiling sebanyak 20 ton beras kepada masyarakat.
Sementara itu, Polres jajaran turut menyalurkan 32 ton beras SPHP dan 100 liter minyak goreng kepada sekitar 3.300 penerima manfaat di wilayah masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, Polda Aceh ingin menunjukkan kepedulian kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta stabilitas harga bahan pokok di Aceh,” tutup Joko. []





